<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Membangun dunia menjadi satu Keluarga</title>
	<atom:link href="http://bungagereja.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bungagereja.wordpress.com</link>
	<description>Bersama Kristus sebagai Kepala Keluarga</description>
	<lastBuildDate>Sat, 18 Dec 2010 16:13:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='bungagereja.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Membangun dunia menjadi satu Keluarga</title>
		<link>http://bungagereja.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://bungagereja.wordpress.com/osd.xml" title="Membangun dunia menjadi satu Keluarga" />
	<atom:link rel='hub' href='http://bungagereja.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Vatican &amp; Pemimpin Indonesia</title>
		<link>http://bungagereja.wordpress.com/2010/08/19/vatican-pemimpin-indonesia/</link>
		<comments>http://bungagereja.wordpress.com/2010/08/19/vatican-pemimpin-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Aug 2010 17:08:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>obert85</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pandangan]]></category>
		<category><![CDATA[Pengetahuan]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[Abd. Rahman Wahid]]></category>
		<category><![CDATA[Abdulrahman Wahid]]></category>
		<category><![CDATA[Cendera Mata]]></category>
		<category><![CDATA[Dahulu]]></category>
		<category><![CDATA[Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Eropa]]></category>
		<category><![CDATA[Falsafah Pancasila]]></category>
		<category><![CDATA[FAO]]></category>
		<category><![CDATA[Fatmawati]]></category>
		<category><![CDATA[Flores]]></category>
		<category><![CDATA[Gereja Katolik]]></category>
		<category><![CDATA[God Bless Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia 1989]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Keberanekaragaman]]></category>
		<category><![CDATA[Kenang-kenangan]]></category>
		<category><![CDATA[Kini]]></category>
		<category><![CDATA[Koin]]></category>
		<category><![CDATA[Koin Lambang Sri Paus]]></category>
		<category><![CDATA[Megawati]]></category>
		<category><![CDATA[Megawati Soekarno Puteri]]></category>
		<category><![CDATA[Negara Majemuk]]></category>
		<category><![CDATA[Nobel]]></category>
		<category><![CDATA[Nobel Award]]></category>
		<category><![CDATA[Pahlawan Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Parapat]]></category>
		<category><![CDATA[Paus Yohanes Paulus II]]></category>
		<category><![CDATA[Perdamaian]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Roma]]></category>
		<category><![CDATA[Semenanjung Melyu]]></category>
		<category><![CDATA[Soegijapranata]]></category>
		<category><![CDATA[Soeharto]]></category>
		<category><![CDATA[Soekarno]]></category>
		<category><![CDATA[Soekarno Hatta]]></category>
		<category><![CDATA[Sri Paus]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatera Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Timur-Timur]]></category>
		<category><![CDATA[van Lith]]></category>
		<category><![CDATA[Vatican]]></category>
		<category><![CDATA[Yang Mulia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bungagereja.wordpress.com/?p=142</guid>
		<description><![CDATA[BULAN Mei, Vatikan sedang disiram sengatan matahari terik sepanjang hari di musim panas tahun 1959. Cuaca cukup menyengat untuk ukuran kota Vatikan yang mungil itu. Hari Kamis pagi pada 14 Mei 1959, Vatikan kedatangan seorang tamu jauh. Dia datang disambut dengan upacara megah oleh para prajurit berseragam kebesaran a la Eropa abad pertengahan. Bahkan beberapa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bungagereja.wordpress.com&amp;blog=7405819&amp;post=142&amp;subd=bungagereja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://bungagereja.files.wordpress.com/2010/08/coin-paus-johanes-paulus-ii-sisi-a-72.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-146" title="Coin Paus Johanes Paulus II sisi A 72" src="http://bungagereja.files.wordpress.com/2010/08/coin-paus-johanes-paulus-ii-sisi-a-72.jpg?w=150&#038;h=150" alt="" width="150" height="150" /></a>BULAN Mei, Vatikan sedang disiram sengatan matahari terik sepanjang hari di musim panas tahun 1959. Cuaca cukup menyengat untuk ukuran kota Vatikan yang mungil itu. Hari Kamis pagi pada 14 Mei 1959, Vatikan kedatangan seorang tamu jauh. Dia datang disambut dengan upacara megah oleh para prajurit berseragam kebesaran a la Eropa abad pertengahan. Bahkan beberapa prajurit senior berpakaian besi seperti serdadu Romawi, karena ini menyambut sebuah kunjungan resmi seorang presiden negara besar ke negara terkecil di dunia.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagai seorang pangeran dari “somewhere from the East” dengan gaya <span id="more-142"></span>berpakaian khas bertopi hitam yang menjadi cirinya di kepala. Dia datang dengan rombongan besar. Mereka tiba dengan 9 mobil yang mengantar mereka untuk beraudiensi dengan Paus Johannes XXIII, pemimpin spiritual umat Katolik sejagat yang bertubuh tambun.</p>
<p style="text-align:justify;">Tepat pukul 7.50, sang tamu dengan berpakaian jas lengkap putih-putih, datang sambil mengempit tongkat kesayangannya di lengan atas tangan kiri. Di lehernya tergantung medali ukiran beruntai kuning emas. Dia tampak seperti sudah biasa datang Ruang Clementine atau Clement VIII Pax V, sebuah ruangan kecil dalam kompleks negara seluas lapangan golf itu, tempat pemimpin Gereja Katolik itu menerima tamu-tamu resminya. Ini kunjungannya kedua ke tempat pusat rohani umat Katolik sebumi setelah 3 tahun.</p>
<p style="text-align:justify;">Tamu itu seorang pemimpin negara berpenduduk umat Islam terbesar sejagat, sowan ke pemimpin umat Katolik juga sejagat. Presiden Soekarno bertamu kepada Paus Johannes XXIII. Sang pemimpin umat Katolik yang bernama Kardinal Angelo Giuseppe Roncalli itu, agak senang mendapat tamu jauh dari sebuah negeri muslim, meski ia belum setahun menduduki tahta suci di Vatikan. Ia memberi penghargaan tinggi kepada tamunya dan juga anggota rombongannya, berupa kotak kecil yang diterima secara bergiliran satu per satu.</p>
<p><img class="aligncenter" title="Paus Paulus II Dan Soekarno Hatta" src="http://kolomkita.detik.com/upload/photo/1paus5.jpg" alt="Indonesia &amp; Vatican" width="686" height="386" /> <span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#000080;"><strong>3 PAUS 8 TAHUN</strong></span></span></p>
<p style="text-align:justify;">Mengapa Soekarno sering berkunjung ke pusat agama Katolik sedunia?                                                                                                                                                                                    Ya, untuk ukuran dan skala seorang Soekarno, bertandang ke Vatikan dan menemui paus, bisa dibilang sering. Pertemuannya dengan Johannes XXIII adalah yang kedua baginya menemui seorang paus. Sebelumnya pada Rabu 13 Juni 1956, dalam rangka tur keliling dunianya, dia pertama kalinya menginjakkan kaki di Vatikan dan menemui Paus Pius XII, yang juga bangga didatangi seorang pemimpin sebuah negeri muslim dari jauh berantah. Sang tamupun mendapat pujian dan kehormatan atas kedatangannya itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Hanya 10 tahun baru memimpin bangsa baru, Soekarno ingin menunjukkan bahwa takdirnya memimpin bangsa sangat majemuk ia jalankan dengan baik. Dia bukan bagai seorang raja atau pangeran yang memimpin negeri homogen dalam budaya dan agama, seperti raja, sultan atau emir di Timur Tengah atau Semenanjung Melayu. Ia ingin berdiri di semua pihak, golongan, agama, budaya dan kepentingan.</p>
<p style="text-align:justify;">“Kami menyambut dengan hangat kedatangan Yang Mulia, dengan mengingatkan kembali kedatangan Yang Mulia menemui pendahulu kami, Paus Pius XII dan Paus Johannes XXIII”, sambutan Paus Paulus VI ketika menerima kedatangan ketiga kalinya Presiden Soekarno ke Vatikan (dan juga menjadi yang terakhir), pada Senin, 12 Oktober 1964.</p>
<p style="text-align:justify;">Soekarno dipuji amat sangat oleh Vatikan, karena memberi sikap yang baik dan bersahabat dengan umat Katolik di Indonesia, seperti yang dikatakan Paus Paulus VI ketika menyambutnya. Setiap dia datang ke Vatikan, dia selalu diberi penghargaan oleh paus. Prestasi ini tak pernah terjadi kepada pemimpin dari negeri muslim manapun di dunia. Ini yang selalu membanggakan seorang tokoh budayawan, rohaniawan Katolik yang juga arsitek markas ABRI di Cilangkap, Romo Mangunwijaya. Ia selalu memuja penghargaan Soekarno sebagai pemimpin negeri muslim dari Vatikan, sebagai hal pertama dalam 2000 tahun sejarah Gereja Roma Katolik.</p>
<p style="text-align:justify;">“Aku orang Islam yang hingga sekarang telah memperoleh tiga buah medali yang tertinggi dari Vatikan”, katanya dalam otobiografi yang ditulis ratu gosip AS Cindy Adams. Perhargaan ini membuat iri Presiden Irlandia Eamon de Valera, yang negerinya punya 88% umat Katolik. “Saya saja punya satu penghargaan”, katanya saat berjumpa dengan Soekarno.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p><strong><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#000080;">API BUKAN ABU</span></span></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Bagi Soekarno, umat Katolik dan kristiani umumnya, bukan hal yang asing baginya. Jauh sebelum dia menjadi pemimpin, persinggungan dengan orang-orang Katolik sudah terjadi. Ketika dipenjara di Sukamiskin, Bandung, dia banyak membaca tulisan-tulisan van Lith, seorang tokoh Katolik yang meletakkan dasar ajaran Katolik di tanah Jawa. Van Lith punya dua murid kesayangan, yang juga menjadi lebih dari sahabat bagi Soekarno, yaitu Mgr. Soegijapranata dan IJ Kasimo.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika dia dibuang ke Ende, Flores, Soekarno banyak memuji cara kerja dan sistem manajemen orang-orang Katolik di pulau itu, yang memang menjadi mayoritas. Ia kadang mengkritik keras cara berpikir orang-orang Islam masa itu, yang terlalu mengurusi asesoris daripada esensi ajaran Islam, yang makin menjauhkan umat Islam dari modernitas. “Ambil apinya dari Islam, bukan abunya”, katanya mengkritik. Soekarno saat itu menggagumi buku ‘Spirit of Islam’ karya Syed Amir dari London, yang isinya ingin membangunkan umat Islam dari tidur panjang.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada jaman kemerdekaan, keluarga Soekarno ternyata bersahabat baik dengan Soegijapranata, murid van Lith, tokoh yang dikaguminya. Sewaktu Belanda menyerang ibukota negara di Jogjakarta, 18 Desember 1948, istrinya disembunyikan oleh Soegijapranata di rumahnya di tepi barat Kali Code, dari kejaran militer Belanda. Sedangkan Soekarno diibuang ke Prapat, Sumatera Utara. Saat ketakutan itu, istrinya punya batita dan bayi yang belum setahun, Megawati.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika Soegijapranata wafat, Soekarno menjadikannya pahlawan nasional dan mengirim pesawat khusus untuk menjemput jenazahnya di Belanda. Setelah itu, istrinya Fatmawati meratapi kepergian paderi Katolik pribumi pertama itu dengan tangisan tiada henti.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p><strong><span style="color:#000080;"><span style="text-decoration:underline;">HAMPA 28 TAHUN</span></span></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Intensitas kunjungan Soekarno ke Vatikan sangat unik. Jarang ada seorang pemimpin dunia, apalagi dari negeri Islam, menemui tiga paus yang berbeda dalam kurun singkat, 8 tahun! Namun itu tidak diimbangi dengan kedatangan paus ke negerinya selama ia menjadi presiden. Ini sangat wajar, karena belum menjadi trend seorang paus pergi ke keliling dunia pada masa itu, seperti yang ditunjukkan Paus Johannes Paulus II.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah dia tak berkuasa, baru pada 3 Desember 1970, Indonesia dikunjungi seorang paus pertama kalinya. Kedatangan Paus Paulus VI yang menjadi tamu Presiden Soeharto adalah untuk membalas kunjungan berkali-kali Soekarno ke Vatikan. Dan sejak itu, ada semacam tradisi setiap presiden Indonesia ‘harus’ beraudiensi dengan paus.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter" title="Paus Paulus II dan Soeharto II" src="http://kolomkita.detik.com/upload/photo/1paus6.jpg" alt="Indonesia &amp; Vatican" width="615" height="329" /></p>
<p style="text-align:justify;">Selama berkuasa 32 tahun, Soeharto hanya sekali ke Vatikan bersama istrinya pada Sabtu 25 November 1972 menemui Paus Paulus VI. Dia enggan datang mampir bertemu Paus Johannes Paulus II ketika ada di Roma pada November 1985 untuk menerima penghargaan FAO karena prestasinya dalam ketahanan pangan. Menjadi kebiasaan, bila seorang kepala negara datang ke Roma, pasti menyempatkan ke Vatikan yang letaknya di dalam biota Italia.</p>
<p style="text-align:justify;">Masalah gereja Katolik di Timor Timur yang langsung di bawah kendali Vatikan, menjadi isu kurang menarik baginya bila didiskusikan dengan paus. Ia menginginkan umat Katolik di Timor Timur langsung dibawa kendali Jakarta, tapi hal itu ditolak hingga propinsi kesayangan tersebut lepas menjadi negara merdeka. Namun beruntung Paus Johannes Paulus II tidak mencium bumi Timor Timur, ketika dia datang ke Indonesia pada 9 Oktober 1989, ketika menjadi tamu Soeharto. Kalau itu terjadi, sama saja mengakui propinsi itu sebagai negara terpisah dari Jakarta.</p>
<p style="text-align:justify;">Sejak 1972, hampir 28 tahun lamanya, tidak ada seorang presiden Indonesia pun yang datang Vatikan. Barulah kebekuan itu mencair ketika Presiden Abdurrahman Wahid menemui Paus Johannes Paulus II pada Sabtu 5 Februari 2000, yang kondisinya sudah agak sakit-sakitan. Pada pertemuan bersejarah itu, ada kejadian janggal. Biasanya seorang wanita yang bertemu paus ‘wajib’ mengenakan gaun hitam. Namun Ibu Shinta Wahid memakai gaun putih cerah.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter" title="Paus Paulus II Dan Abdulrahman Wahid" src="http://kolomkita.detik.com/upload/photo/1paus1.jpg" alt="Indonesia &amp; Vatican" width="653" height="422" /> Kedatangan Wahid diikuti oleh penggantinya, Presiden Megawati Soekarnoputri menemui tuan rumah yang sama pada Senin 10 Juni 2002. Inilah terakhir kali seorang presiden Indonesia datang ke Vatikan. “God Bless Indonesia”, kata paus kepada Megawati sebelum pamit.  <img class="alignnone" title="Paus Paulus II Dan Megawati 1" src="http://kolomkita.detik.com/upload/photo/1paus7.jpg" alt="" width="653" height="376" /> <img class="aligncenter" title="Paus Paulus II Dan Megaeati II" src="http://kolomkita.detik.com/upload/photo/1paus2.jpg" alt="" width="652" height="377" /> <span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#000080;"><strong>DISAYANG GEREJA DICINTAI MUSLIM</strong></span></span></p>
<p style="text-align:justify;">Meski Soekarno sangat disayangi oleh Vatikan, tidak menjauhi dia dari dunia Islam. Justru sebaliknya, dia dianggap pahlawan Islam oleh komunitas muslim dunia. Organisasi internasional, seperti Konferensi Islam Asia Afrika menjulukinya Amirulmukminin. (pemimpin umat Islam). Anehnya, julukkan itu bukan untuk raja-raja Islam di Timur Tengah yang sangat kental dengan keislamannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dia hanya ingin menunjukkan sebuah contoh kepada dunia, bahwa Indonesia adalah landskap indah sebuah negara majemuk, yang menjadi tempat damai bagi semua golongan apapun. Para penggantinya, berusaha sebaik mungkin menunjukkan kepada dunia upaya seperti itu, meski tidak sesempurnya dia. Tetapi citra Indonesia sebagai negara yang damai bagi semua golongan terawat rapi selama pemerintahan Soeharto, yang selalu memakai Pancasila untuk melegalkan segala tindakannya demi menjaga kerukunan hidup beragama.</p>
<p style="text-align:justify;">Kehebatannya itu pernah dipuji oleh Paus Johannes Paulus II di depan Soeharto. <em><strong>“Falsafah Pancasila telah menjadi nakhoda bagi negeri ini untuk mengakui bahwa hanya satu landasan utama bagi persatuan nasional yang menghormati perbedaan apapun yang ada pada masyarakat majemuk Indonesia”.</strong></em></p>
<p style="text-align:center;"><em><strong><a href="http://bungagereja.files.wordpress.com/2010/08/coin-paus-johanes-paulus-ii-sisi-b-72.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-147 aligncenter" title="Coin Paus Johanes Paulus II sisi B 72" src="http://bungagereja.files.wordpress.com/2010/08/coin-paus-johanes-paulus-ii-sisi-b-72.jpg?w=208&#038;h=202" alt="" width="208" height="202" /></a></strong></em></p>
<p style="text-align:center;"><em><strong><a href="http://bungagereja.files.wordpress.com/2010/08/coin-paus-johanes-paulus-ii-sertifikat-725.jpg"><img class="size-full wp-image-153 aligncenter" title="Coin Paus Johanes Paulus II sertifikat 72" src="http://bungagereja.files.wordpress.com/2010/08/coin-paus-johanes-paulus-ii-sertifikat-725.jpg?w=502&#038;h=216" alt="" width="502" height="216" /></a> </strong></em></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://bungagereja.files.wordpress.com/2010/08/coin-paus-johanes-paulus-ii-sertifikat-72.jpg"><em><strong> </strong></em></a><em><strong><a href="http://bungagereja.files.wordpress.com/2010/08/coin-paus-johanes-paulus-ii-sertifikat-721.jpg"> </a></strong></em></p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;"><em><span class="infoberitaterbaru" style="color:#ff0000;font-weight:bold;font-size:16px;">Iwan Satyanegara Kamah &#8211; Jakarta</span></em></p>
<p style="text-align:center;"><a title="Kompas" href="http://kolomkita.detik.com/baca/artikel/3/1157/soekarno_loves_jesus_christ_" target="_blank"><em>http://kolomkita.detik.com</em></a><span class="infoberitaterbaru" style="color:#ff0000;font-weight:bold;font-size:16px;"><strong><em><span style="color:#000000;"> </span></em> </strong></span></p>
<div id="_mcePaste" style="overflow:hidden;position:absolute;left:-10000px;top:0;width:1px;height:1px;"><strong>BULAN Mei, Vatikan sedang disiram sengatan matahari terik sepanjang hari di musim panas tahun 1959. Cuaca cukup menyengat untuk ukuran </strong><strong>kota</strong><strong> Vatikan yang mungil itu. Hari Kamis pagi pada 14 Mei 1959, Vatikan kedatangan seorang tamu jauh. Dia datang disambut dengan upacara megah oleh para prajurit berseragam kebesaran a la Eropa abad pertengahan. Bahkan beberapa prajurit senior berpakaian besi seperti serdadu Romawi, karena ini menyambut sebuah kunjungan resmi seorang presiden negara besar ke negara terkecil di dunia.</strong> Bagai seorang pangeran dari “somewhere from the East” dengan gaya berpakaian khas bertopi hitam yang menjadi cirinya di kepala. Dia datang dengan rombongan besar. Mereka tiba dengan 9 mobil yang mengantar mereka untuk beraudiensi dengan Paus Johannes XXIII, pemimpin spiritual umat Katolik sejagat yang bertubuh tambun.  Tepat pukul 7.50, sang tamu dengan berpakaian jas lengkap putih-putih, datang sambil mengempit tongkat kesayangannya di lengan atas tangan kiri. Di lehernya tergantung medali ukiran beruntai kuning emas. Dia tampak seperti sudah biasa datang Ruang Clementine atau Clement VIII Pax V, sebuah ruangan kecil dalam kompleks negara seluas lapangan golf itu, tempat pemimpin Gereja Katolik itu menerima tamu-tamu resminya. Ini kunjungannya kedua ke tempat pusat rohani umat Katolik sebumi setelah 3 tahun.  Tamu itu seorang pemimpin negara berpenduduk umat Islam terbesar sejagat, sowan ke pemimpin umat Katolik juga sejagat. Presiden Soekarno bertamu kepada Paus Johannes XXIII. Sang pemimpin umat Katolik yang bernama Kardinal Angelo Giuseppe Roncalli itu, agak senang mendapat tamu jauh dari sebuah negeri muslim, meski ia belum setahun menduduki tahta suci di Vatikan. Ia memberi penghargaan tinggi kepada tamunya dan juga anggota rombongannya, berupa kotak kecil yang diterima secara bergiliran satu per satu.</div>
<br />Filed under: <a href='http://bungagereja.wordpress.com/category/pandangan/'>Pandangan</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/category/pengetahuan/'>Pengetahuan</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/category/sejarah/'>Sejarah</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/category/tokoh/'>Tokoh</a> Tagged: <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/abd-rahman-wahid/'>Abd. Rahman Wahid</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/abdulrahman-wahid/'>Abdulrahman Wahid</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/cendera-mata/'>Cendera Mata</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/dahulu/'>Dahulu</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/ende/'>Ende</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/eropa/'>Eropa</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/falsafah-pancasila/'>Falsafah Pancasila</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/fao/'>FAO</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/fatmawati/'>Fatmawati</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/flores/'>Flores</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/gereja-katolik/'>Gereja Katolik</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/god-bless-indonesia/'>God Bless Indonesia</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/indonesia/'>Indonesia</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/indonesia-1989/'>Indonesia 1989</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/jakarta/'>Jakarta</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/keberanekaragaman/'>Keberanekaragaman</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/kenang-kenangan/'>Kenang-kenangan</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/kini/'>Kini</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/koin/'>Koin</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/koin-lambang-sri-paus/'>Koin Lambang Sri Paus</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/megawati/'>Megawati</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/megawati-soekarno-puteri/'>Megawati Soekarno Puteri</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/negara-majemuk/'>Negara Majemuk</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/nobel/'>Nobel</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/nobel-award/'>Nobel Award</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/pahlawan-nasional/'>Pahlawan Nasional</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/parapat/'>Parapat</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/paus-yohanes-paulus-ii/'>Paus Yohanes Paulus II</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/perdamaian/'>Perdamaian</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/presiden/'>Presiden</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/presiden-indonesia/'>Presiden Indonesia</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/roma/'>Roma</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/semenanjung-melyu/'>Semenanjung Melyu</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/soegijapranata/'>Soegijapranata</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/soeharto/'>Soeharto</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/soekarno/'>Soekarno</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/soekarno-hatta/'>Soekarno Hatta</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/sri-paus/'>Sri Paus</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/sumatera-utara/'>Sumatera Utara</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/timur-timur/'>Timur-Timur</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/van-lith/'>van Lith</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/vatican/'>Vatican</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/yang-mulia/'>Yang Mulia</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bungagereja.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bungagereja.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bungagereja.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bungagereja.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bungagereja.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bungagereja.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bungagereja.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bungagereja.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bungagereja.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bungagereja.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bungagereja.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bungagereja.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bungagereja.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bungagereja.wordpress.com/142/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bungagereja.wordpress.com&amp;blog=7405819&amp;post=142&amp;subd=bungagereja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bungagereja.wordpress.com/2010/08/19/vatican-pemimpin-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/56bee63d8658cadbf0591941f9183794?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">obert85</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bungagereja.files.wordpress.com/2010/08/coin-paus-johanes-paulus-ii-sisi-a-72.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Coin Paus Johanes Paulus II sisi A 72</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kolomkita.detik.com/upload/photo/1paus5.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Paus Paulus II Dan Soekarno Hatta</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kolomkita.detik.com/upload/photo/1paus6.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Paus Paulus II dan Soeharto II</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kolomkita.detik.com/upload/photo/1paus1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Paus Paulus II Dan Abdulrahman Wahid</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kolomkita.detik.com/upload/photo/1paus7.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Paus Paulus II Dan Megawati 1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kolomkita.detik.com/upload/photo/1paus2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Paus Paulus II Dan Megaeati II</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bungagereja.files.wordpress.com/2010/08/coin-paus-johanes-paulus-ii-sisi-b-72.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Coin Paus Johanes Paulus II sisi B 72</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bungagereja.files.wordpress.com/2010/08/coin-paus-johanes-paulus-ii-sertifikat-725.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Coin Paus Johanes Paulus II sertifikat 72</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Paus Yohanes Paulus II</title>
		<link>http://bungagereja.wordpress.com/2010/08/19/paus-yohanes-paulus-ii/</link>
		<comments>http://bungagereja.wordpress.com/2010/08/19/paus-yohanes-paulus-ii/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Aug 2010 15:49:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>obert85</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://bungagereja.wordpress.com/?p=137</guid>
		<description><![CDATA[KEHIDUPAN MASA KECIL Paus Yohanes Paulus II dibaptis pada tanggal 20 Juni 1920 di gereja Paroki Wadowice oleh Fr. Franciszek Zak memiliki nama kecil Karol Józef Wojtyla, anak kedua dari Karol Wojtyla (ayah) seorang penjahit dan pensiunan tentara dan Emilia Kaczorowska Wojtyla (ibu) seorang guru sekolah. Pada saat kecil, dia dipanggil teman-temannya Lolek. Pada masa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bungagereja.wordpress.com&amp;blog=7405819&amp;post=137&amp;subd=bungagereja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bungagereja.files.wordpress.com/2010/08/2.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-140" title="2" src="http://bungagereja.files.wordpress.com/2010/08/2.jpg?w=224&#038;h=275" alt="" width="224" height="275" /></a></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><span style="text-decoration:underline;"><strong>KEHIDUPAN MASA KECIL</strong></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Paus Yohanes Paulus II </strong>dibaptis pada tanggal <em>20 Juni 1920</em> di <strong>gereja Paroki Wadowice</strong> oleh <strong>Fr. Franciszek Zak</strong> memiliki nama kecil <strong>Karol Józef Wojtyla</strong>, anak kedua dari<strong> Karol Wojtyla </strong><em>(ayah) </em>seorang penjahit dan pensiunan tentara dan<strong> Emilia Kaczorowska Wojtyla</strong> <em>(ibu)</em> seorang guru sekolah. Pada saat kecil, dia dipanggil teman-temannya <strong>Lolek</strong>. Pada masa muda, dia gemar main sepakbola sebagai penjaga gawang, juga gemar berenang di Sungai <em>Skawa</em>, serta bermain ski, mendaki gunung dan naik kayak.<span id="more-137"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Namun masa kecil dan remajanya tidak sebahagia teman-temannya. Saat berumur sembilan tahun, ibu yang dicintainya wafat karena sakit jantung <em>(1929)</em>. Tiga tahun kemudian kakak laki-lakinya meninggal. Sebelum ia lahir, kakak perempuannya yang masih kecil meninggal dunia. Bahkan dia sendiri nyaris tewas dua kali akibat tertabrak mobil dan tertabrak truk <em>(1944</em>). Dia luka-luka namun tidak cacat.</p>
<p style="text-align:justify;">Sepeninggalan ibu dan saudaranya, <strong>Lolek </strong>dan ayahnya hidup di sebuah<strong> Spartan</strong>, apartemen satu kamar di belakang gereja. Ayahnya, <strong>Wojtyla</strong> membesarkan dan mendidik<strong> Lolek</strong> dengan disiplin seperti tentara dan belajar agama. Ayahnya ingin<strong> Lolek</strong> kelak menjadi pelayan <strong>Tuhan</strong>. <strong>Lolek </strong>sendiri gemar puisi, teater dan agama.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika Jerman menyerang <strong>Polandia</strong> <em>(1940)</em>, <strong>Lolek</strong> bekerja sebagai seorang pemotong batu, untuk menghindari penjara. Tak lama kemudian <em>Februari 1941</em> ayahnya meninggal dunia dalam usia<em> 61</em>, tanpa sempat melihat <strong>Lolek</strong> menjadi pastor.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada tahun<em> 1942,</em> Lolek menyadari panggilan untuk menjadi <strong>Imam</strong>, dan Ia ingin memenuhi harapan ayahnya untuk menjadi pastor. Belajar di sebuah seminari bawah tanah di <em>Krakow</em>, sekaligus belajar teologi di universitas yang dibimbing oleh <strong>Kardinal Adam Stefan Sapieha</strong> <em>Uskup Agung Krakow</em>.  <strong>Lokek </strong>Pada saat yang sama merupakan salah satu pelopor dari<strong><em> &#8220;Teater kagum&#8221;</em></strong>, dan <strong>Klandestin </strong>pada saat itu, ada larangan dari penguasa Jerman sehingga harus belajar sembunyi-sembunyi. Dia belajar sembari bekerja di sebuah pabrik hingga <strong>Agustus 1944</strong>.</p>
<p style="text-align:justify;">Kemudian tentara Jerman mulai menangkapi pemuda-pemuda <em>Polandia</em>, <strong>Wojtyla</strong> bersembunyi di rumah uskup <em>Krakow</em> hingga perang berakhir. Pada tahun <em>1946</em>, dia ditahbiskan sebagai pastor di Krakow. Di tengah kesibukannya, dia terus melanjutkan sekolah hingga meraih dua gelar sarjana dan sebuah gelar doktor. Setelah itu, dia bertugas sebagai asisten <em>Pastor Krakow (1949).</em></p>
<p style="text-align:justify;">Setelah Perang Dunia Kedua, Ia melanjutkan kuliahnya di seminari utama <em>Krakow</em>, setelah itu dibuka kembali, dan di <em>fakultas teologi Universitas <strong>Jagiellonian</strong></em>. Dan ditahbiskan menjadi Imam oleh Uskup Agung Sapieha di Krakow pada tanggal 1 November 1946.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><span style="text-decoration:underline;"><strong>KARYA DAN MISI</strong></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Kardinal Sapieha</strong> mengirimnya ke Roma di bawah bimbingan <strong>Dominika Perancis, Garrigou-Lagrange</strong>. Dia menyelesaikan <em>gelar doktor dalam teologi</em> pada tahun<em> 1948 </em>dengan tesis tentang subjek <em><strong>Iman dalam karya-karya St Yohanes dari Salib</strong> (Doctrina de fide apud Sanctum Ioannem a Cruce). Pada saat itu, selama liburan, ia dieksekusi pelayanan pastoral di kalangan imigran Polandia di Perancis, Belgia dan Belanda.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Pada tahun <em>1948</em>, <strong>Wojtyla</strong> kembali ke <em>Polandia</em> beserta pendeta dari beberapa Paroki di <em>Krakow</em> serta Pendeta mahasiswa. Periode ini berlangsung hingga tahun <em>1951</em> ketika ia kembali mengambil studi filsafat dan teologi. Pada tahun <em>1953</em> Ia membela tesis tentang <strong><em>&#8220;Evaluasi tentang kemungkinan mendirikan sebuah etika Katolik pada sistem etika Max Scheler&#8221; </em></strong>di Universitas Katolik Lublin. Kemudian ia menjadi <em>profesor teologi moral dan etika sosial di seminari utama Krakow dan di Fakultas Theologi Lublin</em>.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada tanggal <em>4 Juli 1958</em>, ia diangkat menjadi<strong> Uskup Tituler Ombi </strong>dan <strong>Auxiliary Krakow oleh Paus Pius XII</strong>, dan <em>ditahbiskan 28 September 1958</em>, <em>dalam</em> <em>Wawel Katedral Krakow, oleh Uskup Agung Eugeniusz Baziak.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Pada tanggal <em>13 Januari 1964,</em> <strong><em>Wojtyla diangkat sebagai Uskup Agung Krakow oleh Paus Paulus VI</em></strong>, yang membuatnya menjadi<em> Kardinal 26 Juni 1967 dengan judul S. Cesareo di Palatio dari urutan diakon, kemudian ditinggikan Wakil Illa Pro urutan imam.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Selain mengambil bagian dalam Konsili Vatikan II (1962-1965), Ia membuat sebuah kontribusi penting untuk penyusunan konstitusi Gaudium et spes, Kardinal Wojtyla berpartisipasi dalam semua majelis Sinode para Uskup.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>The Cardinals memilihnya konklaf Paus pada 16 Oktober 1978, dan Ia mengambil nama Yohanes Paulus II. Pada tanggal 22 Oktober, Hari Tuhan, Ia sungguh-sungguh meresmikan pelayanan Petrus sebagai penerus 263 kepada Rasul. Paus Nya, salah satu yang terpanjang dalam sejarah Gereja, berlangsung hampir 27 tahun.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Didorong oleh perhatian Pastoralnya untuk semua Gereja dan oleh rasa keterbukaan dan amal untuk seluruh umat manusia, Yohanes Paulus II dilaksanakan pelayanan Petrus dengan semangat Misionaris yang tak kenal lelah, mendedikasikan semua energinya. Ia membuat 104 kunjungan pastoral di luar Italia dan 146 di Italia. Sebagai uskup Roma, beliau mengunjungi 317 dari 333 kota Paroki.</p>
<p style="text-align:justify;">Ia juga mengadakan pertemuan lebih dari pendahulunya dengan Umat Allah dan para pemimpin Bangsa-Bangsa. Lebih dari 17.600.000 peziarah berpartisipasi dalam Audiensi Umum yang diadakan pada hari Rabu (lebih dari 1.160), belum termasuk penonton khusus dan upacara-upacara keagamaan [lebih dari 8 juta peziarah hanya pada Tahun Jubileum Agung tahun 2000] sendirian, dan jutaan setia ia bertemu selama kunjungan Pastoral di Italia dan di seluruh dunia. Kita juga harus mengingat banyak tokoh-tokoh pemerintah yang dijumpainya dalam 38 kunjungan resmi, 738 audiensi dan pertemuan yang diadakan dengan Kepala Negara, dan 246 audiensi dan pertemuan dengan Perdana Menteri.</p>
<p style="text-align:justify;">Kasih-Nya bagi orang-orang muda membawa dia untuk mendirikan Hari Pemuda Dunia. 19 WYDs dirayakan selama itu Paus menyatukan jutaan orang muda dari seluruh dunia. Pada saat yang sama perawatannya untuk keluarga itu terungkap dalam Rapat Dunia Keluarga, yang dimulai pada tahun 1994.</p>
<p style="text-align:justify;">Yohanes Paulus II berhasil mendorong dialog dengan orang Yahudi dan dengan perwakilan dari agama-agama lain, yang dia beberapa kali diundang ke pertemuan doa untuk perdamaian, khususnya di Assisi.</p>
<p style="text-align:justify;">Di bawah bimbingannya Gereja mempersiapkan diri untuk Milenium ketiga dan merayakan Jubileum Agung tahun 2000 sesuai dengan petunjuk yang diberikan dalam Surat Apostolik adveniente Tertio Millennio. Gereja kemudian menghadapi zaman baru, menerima petunjuk-Nya dalam Surat Apostolik Novo ineunte Millennio, di mana ia menunjukkan jalan kepada umat masa depan mereka.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Dengan Tahun Penebusan itu, Tahun Maria dan Tahun Ekaristi, Ia dipromosikan pembaharuan rohani Gereja.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Dia memberikan dorongan luar biasa untuk Canonizations dan Beatifications, dengan fokus pada contoh yang tak terhitung jumlahnya kekudusan sebagai insentif bagi orang-orang di zaman kita. Dia merayakan upacara beatifikasi 147 di mana ia menyatakan 1.338 Blesseds; dan 51 canonizations dengan total 482 orang kudus. Dia membuat Theresia dari Anak Yesus seorang Doktor Gereja.</p>
<p style="text-align:justify;">Dia sangat memperluas Kardinal, menciptakan 231 Kardinal (ditambah satu di pectore) dalam 9 consistories. Dia juga disebut enam pertemuan penuh dari College of Cardinals.</p>
<p style="text-align:justify;">Dia mengatur 15 Sidang Sinode para Uskup &#8211; enam Biasa Majelis Umum (1980, 1983, 1987, 1990, 1994 dan 2001), salah satu Majelis Umum Luar Biasa (1985) dan delapan Sidang Khusus (1980,1991, 1994, 1995, 1997, 1998 (2) dan 1999).</p>
<p style="text-align:justify;">Dokumen Nya yang paling penting termasuk 14 ensiklik, 15 Apostolik desakan, 11 Konstitusi Apostolik, 45 Surat Apostolik.</p>
<p style="text-align:justify;">Dia mengeluarkan Katekismus Gereja Katolik dalam terang Tradisi sebagai otoritatif ditafsirkan oleh Konsili Vatikan II. Ia juga mereformasi Timur dan Barat Kode Hukum Kanonik, menciptakan Lembaga baru dan mereorganisasi Kuria Romawi.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai Dokter pribadi, Ia juga menerbitkan lima buku sendiri: &#8220;Menyeberangi Threshold of Hope&#8221; (Oktober 1994), &#8220;Karunia dan Misteri, pada ulang tahun kelimapuluh pentahbisan saya sebagai imam&#8221; (November 1996), &#8220;Romawi Triptych&#8221; puitis meditasi (Maret 2003), &#8220;Bangunlah, Marilah kita Be Going&#8221; (Mei 2004) dan &#8220;Memori dan Identitas&#8221; (Februari 2005).<em><strong> Paus Yohanes II datang ke Indonesia pada 9-14 Oktober 1980)</strong></em>. Saat di Indonesia, dia mengunjungi <em>Jakarta, Yogyakarta, Maumere, Tuntungan, dan Dili </em>yang saat itu masih bagian dari Indonesia. Dialah Paus kedua yang berkunjung ke Indonesia, yang pertama <strong>Paus Paulus VI di tahun 1970</strong>. Dia adalah sosok pemimpin yang bisa jadi suri tauladan sejati dalam soal pemberian maaf. Misal, dia memberi maaf kepada seorang warga Turki bernama Mehmet Ali Agca Khan yang pernah menembaknya tiga kali dalam percobaan pembunuhan di lapangan Santo Petrus pada 13 Mei 1981.</p>
<p style="text-align:justify;">Di adalah satu-satunya<em> Paus yang pernah masuk komik karya Marvel</em> <em>(1983)</em>. Paus juga menggapai Yahudi. Pada tahun <em>1993,</em> Vatikan menetapkan hubungan diplomatik formal dengan Israel. Dan pada bulan <em>Maret 2000</em>, Ia mengunjungi<em> Israel dan berdiri di Betlehem</em>, <strong>tempat kelahiran Yesus</strong>. Ia juga berdiri pada suatu tempat yang memperlihatkan sungai <em>Galilea</em> yang dikatakan bahwa <strong>Yesus mengajarkan kotbah di atas bukit</strong>.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada tahun 1994, majalah Time memilihnya sebagai Man of the Year, karena dianggap menggetarkan hati banyak orang. Andrew M. Greeley dalam bukunya, “The Making of Popes, 1978”, menuliskan, <em>“Gerakannya, kehadirannya, senyumnya, gerakan tubuhnya, rasa bersahabat di matanya, telah membuat senang setiap orang. Ia selalu menjabat tangan, tersenyum, berbicara dan memberkati anak-anak&#8221;.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em> </em>Los Angeles Times melaporkan bahwa orang-orang Polandia menunggu berjam-jam untuk melihat Paus ketika ia berkunjung kembali tahun 1997. “Saat Paus muncul, kerumunan orang menjadi senyap, beberapa langsung berlutut, dan yang lainnya meneteskan air mata ketika Paus Yohanes Paulus berjalan menuju altar.” Pada musim dingin tahun <em>1999</em>, Paus mengunjungi Meksiko dan AS untuk menyelenggarakan misa bagi jutaan orang. Ia pergi ke Boston, New York, Philadelphia, Des Moines, Chicago serta Washington, dan penduduk menyambutnya dengan tangan terbuka. Meskipun selalu menarik jutaan orang dalam tiap kunjungannya, kesehatan Paus makin lama makin turun.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><span style="text-decoration:underline;"><strong>PENYAKIT YANG TIDAK MENGHALANGI LANGKAH</strong></span></span></p>
<p style="text-align:justify;">Pada bulan <em>Januari 2001</em> salah seorang dokternya mengumumkan bahwa Paus menderita Parkinson. Penyakit yang sudah dideritanya sejak <em>1986</em> itu membuat tangannya tampak gemetar dan langkahnya menjadi lamban. Paus dikenal dunia salah satunya karena dia aktif melibatkan dalam isu-isu luas, terutama soal hak asasi manusia. <em>“Keterlibatannya sebagai Paus bukan hanya untuk menyebarkan injil, untuk menyebarkan iman, tetapi juga untuk mentransformasi kepausan Roma menjadi juru bicara hak asasi manusia&#8221;, </em>kata <strong>Marco Politi</strong> pengarang buku <em>“His Holiness” </em> kepada <strong>CNN</strong> tahun <em>2003.</em> Karisma yang dimiliki Sri Paus juga diakui<strong> Fidel Castro</strong>, pemimpin <em>Kuba</em> yang dikenal keras dan selalu mengenakan pakaian militer hijau zaitun. Ia mengkritik diktator <strong>Alfred Stroessner</strong> di <em>Paraguay</em>, <strong>Agusto Pinochet </strong>di <em>Chili</em> dan <strong>Ferdinand Marcos</strong> di <em>Filipina</em>. Ia membantu mempercepat kejatuhan komunis dengan mendukung gerakan Solidaritas di sana.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Karol Wojtyla</strong> sungguh Paus yang disenangi banyak orang, <em>Kendati selalu saja ada orang yang tidak menyukai bahkan memusuhinya</em>. Dia memang sering memperingatkan bahayanya materialisme, egoisme dan sekularisme. Ia juga menyerukan penurunan standar hidup di beberapa negara maju seperti <strong>AS </strong>agar bisa berbagi dengan negara dunia ketiga. Paus menegaskan bahwa materialisme bukanlah jawaban bagi dunia.</p>
<p style="text-align:justify;">Dia juga menolak perang, termasuk <em><strong>invasi Amerika Serikat ke Afghanistan dan Irak</strong></em>. Selama kepemimpinannya, Paus menunjukan sikapnya yang telah terbina sejak muda. Ia berpijak pada sesuatu yang tidak populer, bahkan terasa asing dari arus kuat yang berkembang. Ia tetap berpegang pada doktrin dasar gereja. Misal, ia tidak mau mengesahkan perkawinan antar homo, hati-hati dalam mengambil sikap terhadap <em>Teologi Pembebasan yang dipelopori pastor Guiterez</em>, tidak mengizinkan <em>pentahbisan pastor perempuan, menentang kontrasepsi, homoseksual, euthanasia, dan aborsi</em>. Baginya bayi di dalam kandungan adalah kehidupan yang harus dibela.</p>
<p style="text-align:justify;">Hal penting untuk dicatat semasa kepemimpinannya, Ia merehabilitasi nama baik <strong>Galileo</strong> ahli fisika yang dikucilkan gereja lebih dari <em>500</em> tahun yang lalu. Paus Yohanes Paulus II termasuk salah satu manusia paling berpengaruh di dunia pada <em>abad ke-20</em>.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Eksistensinya bisa diterima oleh semua pihak secara lintas agama, bangsa, ras dan budaya. Penerimaan itu tak lepas berkat perjuangannya yang tiada kenal lelah dalam mewujudkan perdamaian bagi seluruh umat manusia di dunia. </em>Perjuangan itu tentu membutuhkan kekuatan fisik, mental, dan spiritual yang luar biasa. Ternyata, Sri Paus memiliki semua persyaratan itu. Terbukti, selama lebih dari 26 tahun memimpin gereja Katolik Roma, dia dapat bekerja efisien dan efektif mengunjungi umatnya di seluruh penjuru dunia.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada saat bertemu dengan umatnya, Sri Paus terkadang menunjukan mukjizatnya sebagai pemimpin religius yang suci. Berikut ini adalah sejumlah peristiwa yang menunjukan mukjizat dari Sri Paus. Menurut Don Stanislao, sekretaris pribadi Sri Paus, Sri Paus telah menyembuhkan seorang anak yang berpenyakit parah hanya dengan mengucapkan doa <em>“Dengan penyakitnya lahirlah rahmat”</em>. Kata-kata itu diucapkannya dengan berbisik, dengan sangat hati-hati dan secara alamiah menutup mulut. Don Stanislao juga mengatakan seorang putera dari seorang wanita yang berpenyakit kanker berhasil mendapatkan kesembuhan, setelah mengikuti sebuah misa yang dirayakan oleh Bapa suci. Kisah lainnya, berdasar kesaksian dari <strong>Keuskupan Zacatenas</strong>, mengatakan bahwa Paus telah menyembuhkan Kados, seorang <strong>tentara India yang berjalan pincang</strong>, dan seorang <strong>anak laki-laki Meksiko berpenyakit leukemia</strong> sebelum dicium Paus.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada halaman surat kabar harian Italia <strong>La Stampa</strong> pada edisi <em>Minggu</em>, Dikatakan seorang warga AS yang pernah berkeinginan untuk bisa menerima roti komuni langsung dari Paus telah sembuh total dari tumor otak. Permintaan warga AS itu disampaikan langsung kepada <strong>Uskup Agung Dziwisz</strong>. Isi permintaan itu diajukan ketika Paus masih hidup, adalah keinginan untuk menerima roti komuni langsung, mengunjungi <em>Jerusalem</em>, lalu balik ke AS untuk menerima ajal. Dalam sebuah misa khusus, Paus sudah memberikan warga AS yang sakit itu roti komuni. Kemudian, kenalan <strong>Uskup Dziwisz </strong>menelepon untuk memberi tahu bahwa tumor di otak warga AS itu telah hilang. Tidak disebutkan kapan keajaiban itu terjadi, yang jelas belum lama berselang. <strong>Uskup Dziwisz</strong><em><strong> </strong>mengatakan bahwa hal itu adalah akibat kuasa Tuhan bukan kejaiban akibat tangan Paus Yohanes Paulus II.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Juga seorang remaja <strong>Meksiko</strong> dikabarkan sembuh dari<em> leukemia</em>, demikian pula seorang suster di <strong>Kolombia</strong> juga sembuh dari penyakit yang dikatakan semuanya terkait dengan <strong>Paus Yohanes Paulus II</strong>.</p>
<p style="text-align:justify;">Harian<em> La Stampa</em> menyatakan Vatikan sudah menerima sejumlah catatan soal keajaiban yang muncul yang terkait dengan<strong> Paus Yohanes Paulus II</strong>. Semua yang dia lakukan menunjukan kedalaman rasa cintanya kepada manusia dan rasa baktinya sebagai pelayan Tuhan. Apa yang ia torehkan sungguh prestasi yang luar biasa.</p>
<p style="text-align:justify;">Paus menolak dirawat di rumah sakit lagi setelah sebelumnya menjalani perawatan selama 9 hari di RS Gemelli Roma agar bisa lebih dekat dengan Umat. Bapa suci berkali-kali dirawat di rumah sakit. Bahkan paus yang tampak begitu uzur dan lemah digerus beberapa penyakit termasuk <em>Parkinson</em>.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><span style="text-decoration:underline;"><strong>“Jangan Pernah Takut Dan Jangan Pernah Berhenti Berharap Akan Datangnya Kebaikan”.</strong></span></span></p>
<p style="text-align:justify;">Pada hari Sabtu <em>2 April 2005</em>, <em>pukul 21.37</em> waktu<em> Italia,</em> atau <em>Minggu 3 April 2005, pukul 02.37 WIB</em>, <strong>Sri Paus Yohanes Paulus II</strong>, pemimpin tertinggi umat Katolik sedunia, sang pencinta sejati itu, berpulang ke pangkuan Bapa dengan tenang pada usia <em>84 tahun</em>. Beliau wafat di apartemen pribadinya di Vatikan setelah tiga bulan terakhir kesehatannya semakin memburuk karena berbagai penyakit.   Jutaan orang menyaksikan pemakaman Paus Yohanes Paulus II, pemimpin <em>1,1 milyar umat Katolik </em>ke tempat peristirahatan terakhir di ruang bawah tanah <strong>Basilika Santo Petrus, Vatikan</strong>.</p>
<p style="text-align:justify;">Suasana hati para pelayat beragam. Ada yang menangis ada pula yang seperti dalam nestapa. Namun tidak semua larut dalam tangisan, tetapi lebih daripada rasa bahagia karena beliau telah berada di rumah Bapa. Paus sudah mengatakan: <em>“Jangan pernah takut dan jangan pernah berhenti berharap akan datangnya kebaikan”</em>.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari malam itu sampai tanggal 8 April tanggal pemakaman Paus akhir, lebih dari tiga juta peziarah datang ke Roma untuk memberi penghormatan kepada jenazah Paus. Beberapa dari mereka antrian hingga 24 jam untuk memasuki Basilika Santo Petrus.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada tanggal <em>28 April</em>, <strong>Bapa Suci Benediktus XVI </strong>mengumumkan bahwa lima-tahun normal masa tunggu sebelum memulai penyebab<em> beatifikasi dan kanonisasi</em> akan dibebaskan untuk <em>Yohanes Paulus II</em>. Penyebabnya dibuka secara resmi oleh <strong>Kardinal Camillo Ruini, vikaris</strong> umum untuk keuskupan Roma, pada tanggal <em>28 Juni 2005.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em><br />
</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>(Sumber : </em><cite>www.<strong>vatican</strong>.va_www.</cite>kolomkita.detik.com_<em>dan berbagai sumber</em> <strong>Katolik</strong>)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bungagereja.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bungagereja.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bungagereja.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bungagereja.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bungagereja.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bungagereja.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bungagereja.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bungagereja.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bungagereja.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bungagereja.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bungagereja.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bungagereja.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bungagereja.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bungagereja.wordpress.com/137/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bungagereja.wordpress.com&amp;blog=7405819&amp;post=137&amp;subd=bungagereja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bungagereja.wordpress.com/2010/08/19/paus-yohanes-paulus-ii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/56bee63d8658cadbf0591941f9183794?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">obert85</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bungagereja.files.wordpress.com/2010/08/2.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bunda Teresa (Mother Theresa)</title>
		<link>http://bungagereja.wordpress.com/2010/08/15/bunda-teresa-mother-teresa/</link>
		<comments>http://bungagereja.wordpress.com/2010/08/15/bunda-teresa-mother-teresa/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Aug 2010 19:16:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>obert85</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengetahuan]]></category>
		<category><![CDATA[Santo/Santa]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[Agnes Gonxha]]></category>
		<category><![CDATA[AIDS]]></category>
		<category><![CDATA[Albania]]></category>
		<category><![CDATA[Baik]]></category>
		<category><![CDATA[Berbuat Baik]]></category>
		<category><![CDATA[Biarawati]]></category>
		<category><![CDATA[Boston]]></category>
		<category><![CDATA[Bunda]]></category>
		<category><![CDATA[Charity]]></category>
		<category><![CDATA[Good Samaritan]]></category>
		<category><![CDATA[India]]></category>
		<category><![CDATA[Kalkuta]]></category>
		<category><![CDATA[Kasih Abadi]]></category>
		<category><![CDATA[Katekisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kelaparan]]></category>
		<category><![CDATA[Kemanusiaan]]></category>
		<category><![CDATA[Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[Loretto]]></category>
		<category><![CDATA[Mary's]]></category>
		<category><![CDATA[Melayani]]></category>
		<category><![CDATA[Miskin]]></category>
		<category><![CDATA[Missionary]]></category>
		<category><![CDATA[Mother]]></category>
		<category><![CDATA[Mulia]]></category>
		<category><![CDATA[Nirmala]]></category>
		<category><![CDATA[Nobel]]></category>
		<category><![CDATA[Pandangan]]></category>
		<category><![CDATA[Panggilan]]></category>
		<category><![CDATA[Papa]]></category>
		<category><![CDATA[Penderita]]></category>
		<category><![CDATA[Penyayang]]></category>
		<category><![CDATA[Peraih]]></category>
		<category><![CDATA[Peraih Nobel]]></category>
		<category><![CDATA[Pesta Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Sisters]]></category>
		<category><![CDATA[Skopje]]></category>
		<category><![CDATA[Sodality]]></category>
		<category><![CDATA[Surat dari bunda teresia]]></category>
		<category><![CDATA[Suster]]></category>
		<category><![CDATA[Teresa]]></category>
		<category><![CDATA[Tetap]]></category>
		<category><![CDATA[Tetapi]]></category>
		<category><![CDATA[Theresa Lisieux]]></category>
		<category><![CDATA[Tulus]]></category>
		<category><![CDATA[Venezuela]]></category>
		<category><![CDATA[Warga Negara Kehormatan Amerika]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bungagereja.wordpress.com/?p=119</guid>
		<description><![CDATA[Bunda Teresa, seorang yang memberi hatinya untuk melayani di tengah-tengah masyarakat miskin di India. Dilahirkan di Skopje, Albania pada 26 Agustus 1910, Bunda Teresa merupakan anak bungsu dari pasangan Nikola dan Drane Bojaxhiu. Ia memiliki dua saudara perempuan dan seorang saudara lelaki. Ketika dibaptis, ia diberi nama Agnes Gonxha. Ia menerima pelayanan sakramen pertamanya ketika [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bungagereja.wordpress.com&amp;blog=7405819&amp;post=119&amp;subd=bungagereja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><a href="http://bungagereja.files.wordpress.com/2010/08/mother-theresa.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-122" title="mother-theresa" src="http://bungagereja.files.wordpress.com/2010/08/mother-theresa.jpg?w=176&#038;h=216" alt="Bunda" width="176" height="216" /></a>Bunda Teresa, seorang yang memberi hatinya untuk melayani di tengah-tengah masyarakat miskin di India. Dilahirkan di Skopje, Albania pada 26 Agustus 1910, Bunda Teresa merupakan anak bungsu dari pasangan Nikola dan Drane Bojaxhiu. Ia memiliki dua saudara perempuan dan seorang saudara lelaki. Ketika dibaptis, ia diberi nama Agnes Gonxha. Ia menerima pelayanan sakramen pertamanya ketika berusia lima setengah tahun dan diteguhkan pada bulan November 1916.  Ketika berusia delapan tahun, ayahnya meninggal dunia, dan meninggalkan keluarganya dengan kesulitan finansial. Meski demikian, ibunya memelihara Gonxha dan ketiga saudaranya dengan penuh kasih sayang. Drane Bojaxhiu, ibunya, sangat memengaruhi karakter dan panggilan pelayanan Gonxha.  Ketika memasuki usia remaja, Gonxha bergabung dalam kelompok pemuda jemaat lokalnya yang bernama Sodality.</p>
<p style="text-align:justify;">Melalui keikutsertaannya dalam berbagai kegiatan yang dipandu oleh seorang pastor Jesuit, Gonxha menjadi tertarik dalam hal misionari. Tampaknya hal inilah yang kemudian berperan dalam dirinya sehingga pada usia tujuh belas, ia merespons panggilan Tuhan untuk menjadi biarawati misionaris Katolik.  Pada tanggal 28 November 1928, ia bergabung dengan Institute of the Blessed Virgin Mary, yang dikenal juga dengan nama Sisters of Loretto, sebuah komunitas yang dikenal dengan pelayanannya di India. Ketika mengikrarkan komitmennya bagi Tuhan dalam Sisters of Loretto, ia memilih nama Teresa dari Santa Theresa Lisieux. Suster Teresa pun dikirim ke India untuk menjalani pendidikan sebagai seorang biarawati. Setelah mengikrarkan komitmennya kepada Tuhan, ia pun mulai mengajar pada St. Mary’s High School di Kalkuta. Di sana ia mengajarkan geografi dan katekisasi. Dan pada tahun 1944, ia menjadi kepala sekolah St. Mary. Akan tetapi, kesehatannya memburuk. Ia menderita TBC sehingga tidak bisa lagi mengajar.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk memulihkan kesehatannya, ia pun dikirim ke Darjeeling.  Dalam kereta api yang tengah melaju menuju Darjeeling, Suster Teresa mendapat panggilan yang berikut dari Tuhan; sebuah panggilan di antara banyak panggilan lain. Kala itu, ia merasakan belas kasih bagi banyak jiwa, sebagaimana dirasakan oleh Kristus sendiri, merasuk dalam hatinya. Hal ini kemudian menjadi kekuatan yang mendorong segenap hidupnya.<span id="more-119"></span> Saat itu, 10 September 1946, disebut sebagai “Hari Penuh Inspirasi” oleh Bunda Teresa. Selama berbulan-bulan, ia mendapatkan sebuah visi bagaimana Kristus menyatakan kepedihan kaum miskin yang ditolak, bagaimana Kristus menangisi mereka yang menolak Dia, bagaimana Ia ingin mereka mengasihi-Nya.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada tahun 1948, pihak Vatikan mengizinkan Suster Teresa untuk meninggalkan ordonya dan memulai pelayanannya di bawah Keuskupan Kalkuta. Dan pada 17 Agustus 1948, untuk pertama kalinya ia memakai pakaian putih yang dilengkapi dengan kain sari bergaris biru.  Ia memulai pelayanannya dengan membuka sebuah sekolah pada 21 Desember 1948 di lingkungan yang kumuh. Karena tidak memiliki dana, ia membuka sekolah terbuka, di sebuah taman. Di sana ia mengajarkan pentingnya pengenalan akan hidup yang sehat, di samping mengajarkan membaca dan menulis pada anak-anak yang miskin. Selain itu, berbekal pengetahuan medis, ia juga membawa anak-anak yang sakit ke rumahnya dan merawat mereka. Tuhan memang tidak pernah membiarkan anak-anak-Nya berjuang sendirian. Inilah yang dirasakan oleh Bunda Teresa tatkala perjuangannya mulai mendapat perhatian, tidak hanya individu-individu, melainkan juga dari berbagai organisasi gereja.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada 19 Maret 1949, salah seorang muridnya di St. Mary bergabung dengannya. Diinspirasi oleh gurunya itu, ia membaktikan dirinya untuk pelayanan kasih bagi mereka yang sangat membutuhkan. Segera saja mereka menemukan begitu banyak pria, wanita, bahkan anak-anak yang sekarat. Mereka telantar di jalan-jalan setelah ditolak oleh rumah sakit setempat. Tergerak oleh belas kasihan, Bunda Teresa dan rekan barunya itu pun menyewa sebuah ruangan untuk merawat mereka yang sekarat.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada tanggal 7 Oktober 1950, Missionary of Charity didirikan di Kalkuta. Mereka yang tergabung di dalamnya pun semakin teguh untuk melayani dengan sepenuhnya memberi diri mereka untuk melayani kaum termiskin di antara yang miskin. Mereka tidak pernah menerima pemberian materi apa pun sebagai balasan atas pelayanan yang mereka lakukan.  Pada awal 1960-an, Bunda Teresa mulai mengirimkan suster-susternya ke daerah-daerah lain di India. Selain itu, pelayanan dari Missionary of Charity mulai melebarkan sayapnya di Venezuela (1965), yang kemudian diikuti oleh pembukaan rumah-rumah di Ceylon, Tanzania Roma, dan Australia yang ditujukan untuk merawat kaum miskin.  Setelah Missionary of Charity, sejumlah yayasan pun didirikan untuk memperluas pelayanan Bunda Teresa. Yang pertama ialah Association of Coworkers sebagai afiliasi dari Missionary of Charity. Asosiasi ini sendiri di setujui oleh Paus Paulus VI pada 26 Maret 1969. Meskipun merupakan afiliasi Missionary of Charity, asosiasi ini memiliki anggaran dasar tersendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Selama tahun-tahun berikutnya, dari semula melayani hanya dua belas, Missionary of Charity berkembang hingga dapat melayani ribuan orang. Bahkan 450 pusat pelayanan tersebar di seluruh dunia untuk melayani orang-orang miskin dan telantar. Ia membangun banyak rumah bagi mereka yang menderita, sekarat, dan ditolak oleh masyarakat, dari Kalkuta hingga kampung halamannya di Albania. Ia juga salah satu pionir yang membangun rumah bagi penderita AIDS.  Berkat baktinya bagi mereka yang tertindas, Bunda Teresa pun mendapatkan berbagai penghargaan kemanusiaan. Pada tahun 1979, ia menerima John XXIII International Prize for Peace. Penghargaan ini diberikan langsung oleh Paus Paulus VI. Pada tahun yang sama, ia juga memperoleh penghargaan Good Samaritan di Boston.  Setelah mengabdikan dirinya selama bertahun-tahun di India, tentu saja pemerintah India tidak menutup mata akan pelayanannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Maka pada tahun 1972, Bunda Teresa menerima Pandit Nehru Prize.  Setahun kemudian, ia menerima Templeton Prize dari Pangeran Edinburgh. Ia terpilih untuk menerima penghargaan tersebut dari dua ribu kandidat dari berbagai negara dan agama oleh juri dari sepuluh kelompok agama di dunia.  Puncaknya ialah pada tahun 1979 tatkala ia memperoleh hadiah Nobel Perdamaian. Hadiah uang sebesar $6.000 yang diperolehnya disumbangkan kepada masyarakat miskin di Kalkuta. Hadiah tersebut memungkinkannya untuk memberi makan ratusan orang selama setahun penuh. Ia berkata bahwa penghargaan duniawi menjadi penting hanya ketika penghargaan tersebut dapat membantunya menolong dunia yang membutuhkan.  Pada tahun 1985, Bunda Teresa mendirikan pusat rehabilitasi pertama agi korban AIDS di New York. Menyusul kemudian sejumlah rumah penampungan yang didirikan di San Fransisco dan Atlanta. Berkat upayanya ini, ia mendapatkan Medal of Freedom.</p>
<p style="text-align:justify;">Pelayanan Bunda Teresa sama sekali tidak mengenal batas. Dipupuk di kampung halamannya, ia mengawali pelayanan di India. Dari India, pelayanannya meluas hingga ke seluruh penjuru dunia. Ia, di antaranya, berkunjung ke Etiopia untuk menolong korban kelaparan, korban radiasi di Chernobyl, dan korban gempa bumi di Armenia.  Memasuki tahun 1990-an, kondisi tubuh Bunda Teresa tidak mengizinkannya melakukan aktivitas yang berlebihan, khususnya setelah serangan jantung pada 1989. Kesehatannya merosot, sebagian karena usianya, sebagian karena kondisi tempat tinggalnya, sebagian lain dikarenakan perjalanannya ke berbagai penjuru dunia. Menyadari kondisi kesehatannya yang demikian, Bunda Teresa meminta Missionary of Charity untuk memilih penggantinya. Maka, pada 13 Maret 1997, Suster Nirmala terpilih untuk meneruskan pelayanan Bunda Teresa.</p>
<p style="text-align:justify;">Bunda Teresa akhirnya meninggal dunia pada tanggal 5 September 1997 dalam usia 87 tahun. Berbagai petinggi dari 23 negara menghadiri pemakamannya. Upacara pemakaman diadakan pada 13 September 1997, di Stadion Netaji, India, yang berkapasitas 15.000 orang. Atas kebijakan Missionary of Charity, sebagian besar yang menghadiri upacara tersebut adalah orang-orang yang selama ini dilayani oleh Bunda Teresa.  Bunda Teresa diberikan Penghargaan Templeton pada 1973, Penghargaan Perdamaian Nobel pada 1979 dan penghargaan tertinggi warga sipil India, Bharat Ratnapada 1980. Bunda Teresa dijadikan Warga Negara Kehormatan Amerika Serikat pada 1996.  Pada tanggal 19 Oktober, Bunda Teresa dinobatkan sebagai “orang suci” oleh almarhum (+) Sri Paus Johannes Paulus II, enam tahun setelah wafatnya Bunda Teresa. Buat Albania, tanggal 19 Oktober 2003 adalah juga permulaan dari pesta nasional setahun penuh yang dinamakan The Year of Mother Teresa. Karena belakangan kota Skopje di Albania menjadi ibukota negara Macedonia, maka sempat terjadi ketegangan antara Albania dan Macedonia, masing-masing meng-klaim Mother Teresa sebagai berasal dari negaranya. Beruntung keributan itu tidak berlanjut.</p>
<p style="text-align:justify;">Albania menyebut Mother Teresa sebagai “tokoh rakyat Albania”, sedangkan Macedonia mengelu-elukan beliau sebagai “putri dari Macedonia”. Apa pun yang terjadi, Mother Teresa telah berbuat banyak buat sesama manusia, karya seni ciptaan Allah yang paling sempurna ini. KASIHILAH SESAMAMU, MAKA KAU TELAH MENGASIHI TUHAN ALLAH-MU.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="text-decoration:underline;">(Surat dari <em>Bunda Teresa</em> buat <em>Kita</em>)</span> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Apabila engkau berbuat baik</strong>, <strong><span style="color:#800080;">orang lain mungkin akan berprasangka bahwa ada maksud-maksud buruk di balik perbuatan baik yang kau lakukan.</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#800080;"><em>Tetapi</em>, tetaplah berbuat baik.</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Terkadang orang berpikir secara tidak masuk akal dan bersikap egois</strong>.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#800080;"><em>Tetapi</em>, bagaimanapun juga, terimalah mereka apa adanya.</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Apabila engkau sukses,</strong> <strong><span style="color:#800080;">engkau mungkin akan mempunyai musuh dan juga teman yang iri hati atau cemburu.</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#800080;"><em> Tetapi</em> teruskanlah kesuksesanmu itu.</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> Apabila engkau jujur dan terbuka,</strong> <strong><span style="color:#800080;">orang lain mungkin akan menipumu. </span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#800080;"><em>Tetapi,</em> tetaplah bersikap jujur dan terbuka.</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> Apa yang telah engkau bangun bertahun-tahun lamanya, <span style="color:#800080;">dapat dihancurkan orang dalam satu malam saja.</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#800080;"><em> Tetapi,</em> janganlah berhenti dan tetaplah membangun.</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> Apabila engkau menemukan kedamaian dan kebahagiaan di dalam hati,</strong> <span style="color:#800080;"><strong>orang lain mungkin akan iri hati kepadamu.</strong> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#800080;"><em>Tetapi</em>, tetaplah berbahagia.</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Kebaikan yang kau lakukan hari ini,<span style="color:#800080;"> </span><span style="color:#800080;">mungkin besok dilupakan orang. </span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#800080;"><em>Tetapi, </em>teruslah berbuat baik.</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Berikan yang terbaik dari apa yang kau miliki</strong>, <strong><span style="color:#800080;">dan itu mungkin tidak akan pernah cukup.</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#800080;"><em>Tetapi, </em>tetap berikanlah yang terbaik.</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Sadarilah bahwa semuanya itu ada di antara engkau dan Tuhan. </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#800080;">Tidak akan pernah ada antara engkau dan orang lain.</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Jangan pedulikan apa yang orang lain pikir atas perbuatan baik yang kau lakukan.</strong> <em> </em></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#800080;"><em>Tetapi</em> percayalah bahwa mata Tuhan tertuju pada orang-orang jujur dan Dia sanggup melihat ketulusan hatimu.﻿</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;"><em><strong><span style="color:#0000ff;"><a href="http://bungagereja.files.wordpress.com/2010/08/motherteresa-ppt-2.ppt">motherteresa ppt 2</a></span></strong></em></span></p>
<br />Filed under: <a href='http://bungagereja.wordpress.com/category/pengetahuan/'>Pengetahuan</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/category/santosanta/'>Santo/Santa</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/category/sejarah/'>Sejarah</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/category/tokoh/'>Tokoh</a> Tagged: <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/agnes-gonxha/'>Agnes Gonxha</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/aids/'>AIDS</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/albania/'>Albania</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/baik/'>Baik</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/berbuat-baik/'>Berbuat Baik</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/biarawati/'>Biarawati</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/boston/'>Boston</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/bunda/'>Bunda</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/charity/'>Charity</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/good-samaritan/'>Good Samaritan</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/india/'>India</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/kalkuta/'>Kalkuta</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/kasih-abadi/'>Kasih Abadi</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/katekisasi/'>Katekisasi</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/kelaparan/'>Kelaparan</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/kemanusiaan/'>Kemanusiaan</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/kudus/'>Kudus</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/loretto/'>Loretto</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/marys/'>Mary's</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/melayani/'>Melayani</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/miskin/'>Miskin</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/missionary/'>Missionary</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/mother/'>Mother</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/mulia/'>Mulia</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/nirmala/'>Nirmala</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/nobel/'>Nobel</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/pandangan/'>Pandangan</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/panggilan/'>Panggilan</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/papa/'>Papa</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/penderita/'>Penderita</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/penyayang/'>Penyayang</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/peraih/'>Peraih</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/peraih-nobel/'>Peraih Nobel</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/pesta-nasional/'>Pesta Nasional</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/sejarah/'>Sejarah</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/sisters/'>Sisters</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/skopje/'>Skopje</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/sodality/'>Sodality</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/surat-dari-bunda-teresia/'>Surat dari bunda teresia</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/suster/'>Suster</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/teresa/'>Teresa</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/tetap/'>Tetap</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/tetapi/'>Tetapi</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/theresa-lisieux/'>Theresa Lisieux</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/tokoh/'>Tokoh</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/tulus/'>Tulus</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/venezuela/'>Venezuela</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/warga-negara-kehormatan-amerika/'>Warga Negara Kehormatan Amerika</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bungagereja.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bungagereja.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bungagereja.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bungagereja.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bungagereja.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bungagereja.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bungagereja.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bungagereja.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bungagereja.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bungagereja.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bungagereja.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bungagereja.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bungagereja.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bungagereja.wordpress.com/119/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bungagereja.wordpress.com&amp;blog=7405819&amp;post=119&amp;subd=bungagereja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bungagereja.wordpress.com/2010/08/15/bunda-teresa-mother-teresa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/56bee63d8658cadbf0591941f9183794?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">obert85</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bungagereja.files.wordpress.com/2010/08/mother-theresa.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">mother-theresa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gereja Katolik</title>
		<link>http://bungagereja.wordpress.com/2010/08/15/gereja-katolik/</link>
		<comments>http://bungagereja.wordpress.com/2010/08/15/gereja-katolik/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Aug 2010 18:05:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>obert85</dc:creator>
				<category><![CDATA[Katekemus]]></category>
		<category><![CDATA[Liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[Pandangan]]></category>
		<category><![CDATA[Pengetahuan]]></category>
		<category><![CDATA[7 Sakramen]]></category>
		<category><![CDATA[Abadi]]></category>
		<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Agama Katolik]]></category>
		<category><![CDATA[Altar]]></category>
		<category><![CDATA[Amin]]></category>
		<category><![CDATA[Awal Mula]]></category>
		<category><![CDATA[Batu Penjuru]]></category>
		<category><![CDATA[Bishop of Rome]]></category>
		<category><![CDATA[Bunda Teresia]]></category>
		<category><![CDATA[Danau Galiela]]></category>
		<category><![CDATA[Ekaristi]]></category>
		<category><![CDATA[Eusebius]]></category>
		<category><![CDATA[Frater]]></category>
		<category><![CDATA[Galilea]]></category>
		<category><![CDATA[Garam Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Gereja]]></category>
		<category><![CDATA[Gereja Perdana]]></category>
		<category><![CDATA[Ilahi]]></category>
		<category><![CDATA[Imam]]></category>
		<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Italia]]></category>
		<category><![CDATA[Italy]]></category>
		<category><![CDATA[Jendral Daendels]]></category>
		<category><![CDATA[Jesus]]></category>
		<category><![CDATA[Justinus Kardinal Darmojuwono]]></category>
		<category><![CDATA[Kaisar Nero]]></category>
		<category><![CDATA[Kanisius]]></category>
		<category><![CDATA[Kardinal]]></category>
		<category><![CDATA[Katolik]]></category>
		<category><![CDATA[Konsili Vatikan II]]></category>
		<category><![CDATA[Kristiani]]></category>
		<category><![CDATA[Kristus]]></category>
		<category><![CDATA[Kubah Bernini]]></category>
		<category><![CDATA[Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[Maria]]></category>
		<category><![CDATA[Mother Theresa]]></category>
		<category><![CDATA[Normmlschool]]></category>
		<category><![CDATA[Origen]]></category>
		<category><![CDATA[Para Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[Para Rasul]]></category>
		<category><![CDATA[Pastor]]></category>
		<category><![CDATA[Pastor F. van Lith]]></category>
		<category><![CDATA[Paus]]></category>
		<category><![CDATA[Pemersatu]]></category>
		<category><![CDATA[Pengurapan]]></category>
		<category><![CDATA[Pengurapan Orang Sakit]]></category>
		<category><![CDATA[Perdana]]></category>
		<category><![CDATA[Perkawinan]]></category>
		<category><![CDATA[Perkumpulan Krisitiani]]></category>
		<category><![CDATA[Permandian]]></category>
		<category><![CDATA[Pope]]></category>
		<category><![CDATA[Presbyterorum]]></category>
		<category><![CDATA[Roma]]></category>
		<category><![CDATA[Romo van Lith]]></category>
		<category><![CDATA[Sakramen]]></category>
		<category><![CDATA[Santo Fransikus Xaverius]]></category>
		<category><![CDATA[Santo Petrus Basilica]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Sepanjang Masa]]></category>
		<category><![CDATA[Simon]]></category>
		<category><![CDATA[SJ]]></category>
		<category><![CDATA[sono]]></category>
		<category><![CDATA[St. Peter's Basilica]]></category>
		<category><![CDATA[St. Petrus]]></category>
		<category><![CDATA[Suci]]></category>
		<category><![CDATA[Suster]]></category>
		<category><![CDATA[Syahadat Para Rasul]]></category>
		<category><![CDATA[Syahdat]]></category>
		<category><![CDATA[Symeon]]></category>
		<category><![CDATA[Tahbisan]]></category>
		<category><![CDATA[Tobat]]></category>
		<category><![CDATA[Totalitas]]></category>
		<category><![CDATA[Universal]]></category>
		<category><![CDATA[Uskup]]></category>
		<category><![CDATA[Uskup Roma]]></category>
		<category><![CDATA[Utuh]]></category>
		<category><![CDATA[VOC]]></category>
		<category><![CDATA[Yesus]]></category>
		<category><![CDATA[Yos Sudarso]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bungagereja.wordpress.com/?p=112</guid>
		<description><![CDATA[Katolik adalah Agama yang Universal Kata “Katolik” berarti “universal”, memiliki sifat-sifat totalitas atau “utuh”. Dengan demikian Gereja Katolik adalah universal, dimana setiap orang telah dipanggil untuk membawa kabar sukacita Injil kepada setiap orang, kepada setiap bangsa, kepada setiap penjuru dunia. Sejarah Gereja Katolik berasal dari percakapan antara Tuhan Yesus dan Petrus. Yesus berkata,”Sebab itu ketahuilah, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bungagereja.wordpress.com&amp;blog=7405819&amp;post=112&amp;subd=bungagereja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong>Katolik</strong> adalah Agama yang <strong>Universal</strong> Kata <em>“Katolik”</em> berarti <em>“universal”</em>, memiliki sifat-sifat <strong>totalitas</strong> atau <em>“utuh”</em>. Dengan demikian Gereja Katolik adalah universal, dimana setiap orang telah dipanggil untuk membawa kabar sukacita Injil kepada setiap orang, kepada setiap bangsa, kepada setiap penjuru dunia. Sejarah Gereja Katolik berasal dari percakapan antara <strong>Tuhan Yesus</strong> dan <strong>Petrus</strong>.<strong> Yesus</strong> berkata,<em>”<strong>Sebab itu ketahuilah, engkau Petrus, batu yang kuat. Dan diatas alas batu inilah aku akan membangun gereja-Ku, yang tidak dapat dikalahkan: sekalipun oleh maut!”</strong></em> <em>(Mat 16:18) </em>Umat Katolik percaya bahwa Gereja Katolik adalah gereja yang dimaksudkan oleh <strong>Tuhan Yesus</strong>.</p>
<p style="text-align:justify;"><img class="alignleft" src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:FnqAhu6iLrhX5M::&amp;t=1&amp;usg=__Eoticvk3_OZKLXePicFkUEAWRBs=" alt="" width="153" height="215" />Pusat gereja Katolik di dunia, gereja<strong> Santo Petrus Basilica</strong> <em>(St. Peter’s Basilica) </em>yang dibangun di Vatikan, adalah tempat dimana Santo Petrus dimakamkan. Saat ini, makam dari <strong>Santo Petrus</strong> berada di dalam tanah, persis dibawah altar utama di antara tiang-tiang penopang kubah Bernini. Menurut catatan Kitab Suci Perjanjian Baru pada jaman Yesus, Petrus adalah pribadi yang sangat menonjol diantara murid-muridNya yang lain. Setelah <strong>Yesus </strong>disalib, peran <strong>Petrus</strong> semakin penting didalam perkembangan para pengikut Yesus pada jaman awal tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Petrus</strong> diperkirakan lahir pada tahun 4 Sebelum Masehi, dan wafat antara tahun 64 atau 68 Setelah Masehi. Ia lahir di Bethasida, disisi Danau Galiela. Sebagai seorang nelayan, ia bersama dengan tiga rekannya yang lain menjadi murid-murid <strong>Yesus.</strong> Nama asalnya adalah <strong>Simon</strong> <em>(atau Symeon)</em> namun <strong>Yesus</strong> memberinya nama <strong>Petrus</strong>. Walaupun mungkin pendidikannya sangat terbatas (Kis 4:13) ia adalah tokoh yang sangat berperan didalam sejarah awal mula agama Katolik.  Sebelum Yesus wafat, <strong>Petrus</strong> adalah seorang yang keras kepala, emosinya seringkali tidak terkendali dan penuh keraguan. Tetapi setelah Yesus naik kesurga dan ia dipenuhi oleh Roh Kudus, Petrus menjadi sosok yang beriman dan tidak gentar sedikitpun dalam menghadapi berbagai rintangan dalam hidupnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut catatan ahli sejarah <strong>Eusebius</strong> (c.260-c.340) Santo Petrus wafat sebagai martir, pada sekitar tahun 64 Setelah Masehi yaitu pada jaman pemerintahan <strong>Kaisar Nero</strong> (54-68). Menurut catatan dari <strong>Origen</strong> (c.184-c.253) seorang ahli teologi, <strong>Santo Petrus</strong> dihukum dengan disalibkan secara terbalik, dengan tujuan agar ia tidak menyamai penyaliban<strong> Tuhan Yesus</strong>.<span id="more-112"></span> Gereja pada saat itu mencoba untuk berpusat di Roma – tempat yang merupakan pusat kegiatan <em>sekuler</em> sekaligus tempat wafatnya Santo Petrus. Setiap penerus dari <strong>Santo Petrus</strong> dikenal dengan nama <strong>“Uskup Roma” </strong><em>(“Bishop of Rome”) </em>atau disebut <strong>“Paus”</strong> <em>(“Pope”)</em> pada saat itu. Pada saat Kerajaan Romawi terpecah menjadi dua, yaitu Bagian Barat dan Bagian Timur, ke-Kristenan merupakan agama dari kedua negara bagian, sehingga hanya figur <strong>Paus</strong> itulah yang diharapkan menjadi pemersatu agar tidak terjadi perpecahan yang lebih menghancurkan lagi. Agama Katolik terus berkembang keseluruh pelosok bumi hingga hari ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Agama Katolik merupakan agama yang sangat berperan dalam peradaban manusia modern dan dalam penyampaian Injil ke berbagai bangsa di dunia.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;"><strong> -Sejarah Perkembangan Agama Katolik di Indonesia-</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;">Di Indonesia, orang pertama yang menjadi Katolik adalah orang Maluku pada tahun 1534. Ketika itu pelaut-pelaut Portugis baru menemukan pulau-pulau rempah itu dan bersamaan dengan para pedagang dan serdadu-serdadu, para imam Katolik juga datang untuk menyebarkan Injil. Salah satu pendatang di Indonesia itu adalah <strong>Santo Fransikus Xaverius</strong>, yang pada tahun 1546 sampai 1547 datang mengunjungi pulau Ambon, Saparua dan Ternate. Ia juga membaptis beberapa ribu penduduk setempat. Mereka melakukan pesan perutusan Yesus,”Pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus” (Mat 28:19).  Kemudian datanglah serikat niaga <strong>VOC</strong> dari Belanda yang akhirnya mengambil alih kekuasaan politik di Indonesia.</p>
<p style="text-align:justify;">Para penguasa <strong>VOC</strong> beragama Protestan, maka mereka mengusir imam-imam Katolik yang berkebangsaan Portugis dan menggantikan mereka dengan pendeta-pendeta Protestan dari Belanda. Banyak umat Katolik yang kemudian menjadi Protestan saat itu. Kedatangan <strong>VOC</strong> juga bertentangan dengan sultan-sultan di daerah itu yang baru menganut Islam, sehingga banyak terjadi pertumpahan darah demi agama masing-masing. Akan tetapi pertentangan-pertentangan tersebut sebenarnya berasal dari kepentingan-kepentingan politik dan ekonomi &#8211; dan agama diikutsertakan. Dengan demikian, arti agama yang sebenarnya akhirnya dikacaukan oleh kepentingan-kepentingan ini.  Di pulau Flores dan Timor, pengijilan dilakukan pada tahun 1555. Perkembangan Katolik di pulau-pulau itu cukup pesat, karena orang Belanda kurang menaruhperhatian pada pulau-pulau tersebut saat itu. Pada tahun 1799 <strong>VOC</strong> bangkrut dan dinyatakan bubar.</p>
<p style="text-align:justify;">Gubernur <strong>Jendral Daendels</strong> (1808-1811) menggantikan peran mereka dengan pemerintah Hindia Belanda. Kebebasan beragama kemudian diberlakukan, walaupun agama Katolik saat itu agak dipersukar. Imam saat itu hanya 5 orang untuk memelihara umat sebanyak 9.000 orang yang hidup berjauhan satu sama lainnya. Akan tetapi pada tahun 1889, kondisi ini membaik, dimana ada 50 orang imam di Indonesia. Di daerah Yogyakarta, misi Katolik dilarang sampai tahun 1891. Misi Katolik di daerah ini diawali oleh <strong>Pastor F. van Lith, SJ</strong> yang datang ke Muntilan pada tahun 1896. Pada awalnya usahanya tidak membuahkan hasil yang memuaskan, akan tetapi pada tahun 1904 tiba-tiba 4 orang kepala desa dari daerah Kalibawang datang ke rumah Romo dan mereka minta untuk diberi pelajaran agama. Sehingga pada tanggl 15 Desember 1904, rombongan pertama orang Jawa berjumlah 168 orang dibaptis di sebuah mata air Semagung yang terletak diantara dua batang pohon <em>“sono”</em>. Tempat bersejarah ini sekarang menjadi tempat ziarah Sendangsono.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Romo van Lith</strong> juga mendirikan sekolah guru di Muntilan yaitu <strong>Normmlschool</strong> di tahun 1900 dan Kweekschool di tahun 1904. Hampir semua murid-muridnya menjadi Katolik dan banyak dari mereka yang menjadi rasul-rasul, menyambaikan Injil Kristus ke berbagai belahan Nusantara. Pada tahun 1918 sekolah-sekolah Katolik dikumpulkan dalam satu yayasan, yaitu <strong>Yayasan Kanisius</strong>. Para <strong>imam</strong> dan <strong>Uskup</strong> pertama di Indonesia adalah bekas siswa Muntilan. Pada permulaan abad ke-20 gereja Katolik berkembang pesat. Bahkan banyak diantara pahlawan-pahlawan nasional yang beragama Katolik, seperti <strong>A. Adisucipto</strong> (1947), <strong>I. Slamet Riyadi</strong> (195) dan <strong>Yos Sudarso</strong> (1961). Uskup Indonesia yang pertama ditahbiskan adalah <strong>Romo Agung Albertus Sugiyopranoto</strong> pada tahun 1940. Kardinal pertama di Indonesia adalah <strong>Justinus Kardinal Darmojuwono</strong> diangkat pada tanggal 29 Juni 1967.</p>
<p style="text-align:justify;">Gereja Katolik Indonesia <em>aktif</em> dalam kehidupan gereja Katolik dunia. Uskup Indonesia mengambil bagian dalam <strong>Konsili Vatikan II</strong> (1962-1965). Umat Katolik di Indonesia harus terus terbuka bagi tuntuan Allah dan menjadi <em>“garam dunia”</em>. Dengan demikian umat Katolik harus terus memperdalam dan memperkokoh imannya.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;"><strong>-Sakramen Dalam Agama Katolik-</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;">Sakramen dalam Agama Katolik  Seluruh liturgi Gereja Katolik berkisar seputar sakramen-sakramen, khususnya<br />
<strong>Sakramen Ekaristi</strong> <em>(Misa)</em>. Menurut Katekismus Gereja Katolik No. 1131, <em>“Sakramen adalah tanda rahmat yang efektif, yang diadakan oleh Kristus dan dipercaya kepada Gereja; lewat sakramen tadi hidup ilahi diberikan kepada kita”</em> Seluruh hidup liturgi Gereja Katolik berpusat pada 7 (tujuh) sakramen, yaitu:</p>
<h4><em>1. Sakramen Baptis </em></h4>
<h4><em>2. Sakramen Krisma </em></h4>
<h4><em>3. Sakramen Ekaristi </em></h4>
<h4><em>4. Sakramen Tobat </em></h4>
<h4><em>5. Sakramen Pengurapan Orang Sakit </em></h4>
<h4><em>6. Sakramen Tahbisan </em></h4>
<h4><em>7. Sakramen Perkawinan</em></h4>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Katekismus Gereja Katolik No. 1210 juga mengatakan, <em>”Tujuh Sakramen menyentuh semua tahap dan semua peristiwa penting dalam hidup kristiani; memberi kehidupan dan menumbuhkannya, menyembuhkan dan memberikan perutusan kepada hidup imam orang kristiani”</em> . Dari 7 Sakramen ini ada 3 yang bersifat tetap atau meterai, yaitu Sakramen Baptis, Krisma dan Tahbisan Suci. Meterai itu “tidak dapat hilang” sehingga sakramen-sakramen itu tidak boleh diterima lebih dari satu kali. Sedangkan Sakramen Ekaristi dianggap sebagai <em>“Sakramen dari sakramen-sakramen”</em> karena seluruh Sakramen tertuju kepada Sakramen Ekaristi ini. Apa yang diakui oleh setiap umat Katolik dalam “Syahadat Para Rasul”, dikomunikasikan oleh Sakramen-sakramen tersebut. Sakramen-sakramen adalah merupakan sarana Allah dalam memberikan kita hidup baru dan kekuatan dalam hidup baru tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Ke-tujuh (7) sakramen itu dikelompokan menjadi 3 yaitu: <strong><em>1. Sakramen Inisiasi (Baptis, Krisma dan Ekaristi) 2. Sakramen Penyembuhan (Pengakuan dosa dan Pengurapan orang sakit) 3. Sakramen Pelayanan (Tahbisan Suci dan Perkawinan)</em></strong> Menurut Presbyterorum Ordinis 5 dan Lumen Gentium 11, perayaan Sakramen Ekaristi merupakan “sumber dan puncak” dari seluruh pewartaan Injil dan seluruh hidup kristiani.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><a class="aligncenter" href="http//salibsucipwk" target="_blank"><em>Sumber : http//salibsucipwk</em></a></p>
<br />Filed under: <a href='http://bungagereja.wordpress.com/category/katekemus/'>Katekemus</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/category/liturgi/'>Liturgi</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/category/pandangan/'>Pandangan</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/category/pengetahuan/'>Pengetahuan</a> Tagged: <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/7-sakramen/'>7 Sakramen</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/abadi/'>Abadi</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/agama/'>Agama</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/agama-katolik/'>Agama Katolik</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/altar/'>Altar</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/amin/'>Amin</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/awal-mula/'>Awal Mula</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/batu-penjuru/'>Batu Penjuru</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/bishop-of-rome/'>Bishop of Rome</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/bunda-teresia/'>Bunda Teresia</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/danau-galiela/'>Danau Galiela</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/ekaristi/'>Ekaristi</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/eusebius/'>Eusebius</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/frater/'>Frater</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/galilea/'>Galilea</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/garam-dunia/'>Garam Dunia</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/gereja/'>Gereja</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/gereja-perdana/'>Gereja Perdana</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/ilahi/'>Ilahi</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/imam/'>Imam</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/iman/'>Iman</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/italia/'>Italia</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/italy/'>Italy</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/jendral-daendels/'>Jendral Daendels</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/jesus/'>Jesus</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/justinus-kardinal-darmojuwono/'>Justinus Kardinal Darmojuwono</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/kaisar-nero/'>Kaisar Nero</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/kanisius/'>Kanisius</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/kardinal/'>Kardinal</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/katolik/'>Katolik</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/konsili-vatikan-ii/'>Konsili Vatikan II</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/kristiani/'>Kristiani</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/kristus/'>Kristus</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/kubah-bernini/'>Kubah Bernini</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/kudus/'>Kudus</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/maria/'>Maria</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/mother-theresa/'>Mother Theresa</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/normmlschool/'>Normmlschool</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/origen/'>Origen</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/para-kudus/'>Para Kudus</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/para-rasul/'>Para Rasul</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/pastor/'>Pastor</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/pastor-f-van-lith/'>Pastor F. van Lith</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/paus/'>Paus</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/pemersatu/'>Pemersatu</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/pengurapan/'>Pengurapan</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/pengurapan-orang-sakit/'>Pengurapan Orang Sakit</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/perdana/'>Perdana</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/perkawinan/'>Perkawinan</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/perkumpulan-krisitiani/'>Perkumpulan Krisitiani</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/permandian/'>Permandian</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/pope/'>Pope</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/presbyterorum/'>Presbyterorum</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/roma/'>Roma</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/romo-van-lith/'>Romo van Lith</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/sakramen/'>Sakramen</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/santo-fransikus-xaverius/'>Santo Fransikus Xaverius</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/santo-petrus-basilica/'>Santo Petrus Basilica</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/sejarah/'>Sejarah</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/sepanjang-masa/'>Sepanjang Masa</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/simon/'>Simon</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/sj/'>SJ</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/sono/'>sono</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/st-peters-basilica/'>St. Peter's Basilica</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/st-petrus/'>St. Petrus</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/suci/'>Suci</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/suster/'>Suster</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/syahadat-para-rasul/'>Syahadat Para Rasul</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/syahdat/'>Syahdat</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/symeon/'>Symeon</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/tahbisan/'>Tahbisan</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/tobat/'>Tobat</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/totalitas/'>Totalitas</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/universal/'>Universal</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/uskup/'>Uskup</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/uskup-roma/'>Uskup Roma</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/utuh/'>Utuh</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/voc/'>VOC</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/yesus/'>Yesus</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/yos-sudarso/'>Yos Sudarso</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bungagereja.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bungagereja.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bungagereja.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bungagereja.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bungagereja.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bungagereja.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bungagereja.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bungagereja.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bungagereja.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bungagereja.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bungagereja.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bungagereja.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bungagereja.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bungagereja.wordpress.com/112/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bungagereja.wordpress.com&amp;blog=7405819&amp;post=112&amp;subd=bungagereja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bungagereja.wordpress.com/2010/08/15/gereja-katolik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/56bee63d8658cadbf0591941f9183794?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">obert85</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:FnqAhu6iLrhX5M::&#38;t=1&#38;usg=__Eoticvk3_OZKLXePicFkUEAWRBs=" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>JALAN SALIB (Via Dolorosa)</title>
		<link>http://bungagereja.wordpress.com/2010/03/04/jalan-salib-via-dolorosa/</link>
		<comments>http://bungagereja.wordpress.com/2010/03/04/jalan-salib-via-dolorosa/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Mar 2010 18:15:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>obert85</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pandangan]]></category>
		<category><![CDATA[Pengetahuan]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[Abadi]]></category>
		<category><![CDATA[Anak Allah]]></category>
		<category><![CDATA[Anak Domba]]></category>
		<category><![CDATA[Anak Domba Allah]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta Kasih]]></category>
		<category><![CDATA[Dosa Manusia]]></category>
		<category><![CDATA[Fransiskus]]></category>
		<category><![CDATA[Gereja]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan Salib]]></category>
		<category><![CDATA[Jesus]]></category>
		<category><![CDATA[Karya Penyelamatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kasih]]></category>
		<category><![CDATA[Katolik]]></category>
		<category><![CDATA[Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[Kristus]]></category>
		<category><![CDATA[Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[Paus]]></category>
		<category><![CDATA[Penebus]]></category>
		<category><![CDATA[Penebusan]]></category>
		<category><![CDATA[Pengorbanan]]></category>
		<category><![CDATA[Perhentian]]></category>
		<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[Salib]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi]]></category>
		<category><![CDATA[Via Dolorosa]]></category>
		<category><![CDATA[Wafat]]></category>
		<category><![CDATA[Yerusalem]]></category>
		<category><![CDATA[Yesus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bungagereja.wordpress.com/?p=95</guid>
		<description><![CDATA[Sejarah Singkat Bukti nyata cinta kasih Kristus terbukti dengan Jalan Salib, bukan hanya sekedar berbicara namum Kristus berbuat hal nyata dalam mengamalkan cinta kasih. Jalan Salib merupakan suatu gambaran hidup religi umat Kristen dalam mengilhami cinta kasih Kristus kepada umat manusia. Tradisi Jalan Salib telah berakar pada gereja Katolik, diawali oleh para peziarah yang berkunjung [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bungagereja.wordpress.com&amp;blog=7405819&amp;post=95&amp;subd=bungagereja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;"><strong>Sejarah Singkat</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><img class="alignleft" title="Salib" src="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:_iWLIagTDC3QOM::&amp;t=1&amp;usg=__zPLxQa1495kRe8bicnyhfnqq8as=" alt="" width="186" height="208" />Bukti nyata cinta kasih Kristus terbukti dengan Jalan Salib, bukan hanya sekedar berbicara namum Kristus berbuat hal nyata dalam mengamalkan cinta kasih. Jalan Salib merupakan suatu gambaran hidup religi umat Kristen dalam mengilhami cinta kasih Kristus kepada umat manusia. Tradisi Jalan Salib telah berakar pada gereja Katolik, diawali oleh para peziarah yang berkunjung ke Yerusalem. Para peziarah merenungkan sambil berjalan mengikuti jalan-jalan yang dilalui Kristus ketika mengalami penderitaan penyaliban diri Nya, sehingga mereka menyebut jalan tersebut Via Dolorosa yang berarti Jalan Salib.  Pada abad Pertama umat Kristen sangat menghormati tempat-tempat yang berhubungan dengan kehidupan Kristus, baik tempat kehidupan dalam berkarya sampai tempat wafat. Hal ini terbukti dengan didirikannya Kapel atau Gereja, dan batu sebagai tanda. Penampakaan Bunda Maria dan pengajaran-pengajaran <strong>St. Jerome</strong> menambah keistimewahan tempat tersebut. Pada abad IV <strong>Konstantinus</strong> menjadi Kaisar Roma, Ia sangat menghargai dan mendukung umat Kristen. Salah satu perintahnya ialah ditempat Yesus pernah disalibkan dan dimakamkan didirikan gereja yang indah. Gereja itu dikonsekrasikan pada thn <strong>335</strong> dan dipandang sebagai gereja terindah di bumi zaman itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada abad XI-XIII, demi merebut tempat-tempat suci dari tangan bangsa asing yang menduduki Tanah Suci, umat Kristen melancarkan serangkaian perang yang dikenal dengan nama <em><em>krusade</em></em> atau <em>perang salib.</em> Sejak itulah mulai ditunjuk sejumlah tempat yang berhubungan dengan Jalan Salib. Antara lain: Pintu Gerbang yang dilalui Yesus pada saat Ia keluar dari Yerusalem menuju Golgota, istana Herodes, tempat Pilatus mengadili Yesus, tempat Yesus disalibkan, lubang tempat berdirinya salib Yesus, lokasi makam Yesus, tempat Yesus menyapa perempuan-perempuan Yerusalem yang menangisi-Nya, tempat Yesus berjumpa dengan bunda-Nya, tempat Veronika mengusap wajah Yesus.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah itu jalan Salib menjadi lebih meluas dan berkembang ke berbagai tempat di Jerusalem dan memiliki versi perhentian-perhentian atau lazim disebut stasi.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;"><strong>Peran Santo Fransiskus Asissi</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;">Tradisi sebagai devosi yang diadakan di gereja dimulai oleh Santo Fransiskus Assisi pada tahun 1342 dan menyebar ke seluruh Gereja Katolik Roma di abad pertengahan. Santo Fransiskus mendapatkan kepercayaan umat Kristen khususnya Katolik karena Ia merupakan sosok istimewah. Santo Fransiskus merupakan orang yang mengalami <em>Stigma </em>(tanda-tanda luka Yesus).</p>
<p style="text-align:justify;">Adapun versi Jalan Salib atau stasi yang diakui pada saat itu seperti yang ditetapkan oleh <em><strong>Alvarest Yang Terberkati </strong></em>(1420),<em> </em><strong>Eustochia</strong>, <span id="more-95"></span>dan <strong>Emmerich</strong><em> </em>(1465) dan <strong>Ketzel</strong>. Melihat perkembangan ini Bapa Paus juga menganjurkan Jalan Salib sebagai ziarah umat Kristen. Adapun Bapa Paus yang menganjurkan Jalan Salib ini adalah Paus I<strong>nnocent XI </strong>(1686), <strong>Innocent XII</strong> (1694), <strong>Benedict XIII</strong> (1726), <strong>Clementius XII</strong> (1731), <strong>Benediktus XIV</strong> (1742). Hingga saat ini tempat-tempat tersebut masih sering dijadikan rempat ziarah iman oleh umat Kristiani.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:center;"><strong><span style="text-decoration:underline;">14 Perhentian Dalam Jalan Salib</span></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><em>1. Yesus di hukum mati</em></strong></p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter" title="Perhentian 1" src="http://www.ekaristi.org/stasi/stat1.jpg" alt="" width="224" height="280" /></p>
<p style="text-align:justify;">Para bangsa Romawi menentang ajaran Kristus, dan para ahli-ahli taurat semakin tersudut dengan pandangan dan pemikiran Yesus yang diberikan oleh Bapa. Manusia paling suka menghakimi sesamanya, karena menganggap diri paling benar. Menolak pandangan dan pemikiran orang lain adalah sebuah sifat manusia yang egois. Dari pelajaran Jalan salib perhentian pertama (1), Umat Kristus diharapkan dapat menerima pandangan dan orang lain sebagai masukan yang berharga dalam diri kita.<!--more--></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:center;"><strong><em>2. Yesus memanggul salib</em></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><img class="aligncenter" title="perhentian 2" src="http://www.ekaristi.org/stasi/stat2.jpg" alt="" width="221" height="310" /></p>
<p style="text-align:justify;">Salib yang berat akhirnya dipikul oleh Yesus sebagai tanda kecintaanya terhadap umat manusia. Hal ini di lakukan bukan karena kesalahan Nya, melainkan dengan jalan ini Yesus mengorbankan diri untuk memikul dosa manusia yang larut akan kenikmatan duniawi. Dengan tegar Yesus menerima beban salib yang berat yang diberikan pada pundak Nya, tanpa mengeluh dan menghindar Ia menerima. Dengan memperingati perhentian yang kedua (2) ini umat Kristus diharapkan dapat menerima, mengakui kesalahan yang diperbuat dan jangan menutupi atau menghidar dari kesalahan yang telah diperbuat. Marilah dengan terbuka kita mengakui kesalahan dan meminta maaf atas semua yang terjadi. Dengan ini kebijaksanaan dan kekuatan pasti dapat tercurah kepada kita dikemudian hari.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:center;"><em><strong>3. Yesus jatuh untu pertama kalinya</strong></em></p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter" title="perhentian 3" src="http://www.ekaristi.org/stasi/stat3.jpg" alt="" width="236" height="301" /></p>
<p style="text-align:justify;">Letih terasa menyelimuti tubuh Yesus yang memikul salib, dengan tenaga yang tersisa Ia mencoba bangkit dari jatuh. Para serdadu Romawi tiada hentinya meluncurkan cambukan dan hinaan kepada Yesus. Diiringin dara yang bercucuran dari bilur-bilur luka dan tekanan mental yang teramat menyakitkan akhirnya Yesus bangkit kembali. Mengenang perhentian kedua (3), kita sebagai umat Kristus diharpkan jangan berpatah semangat dalam meraih cita-cita. Rintangan yang ada hendaknya dapat kita jadikan penyemangat dalam meraih keberhasilan, karena orang yang menyerah pastilah tidak akan dapat mencapai cita-cita dan meninggalkan penyesalan. Jadilah individu yang kuat seperti Yesus dalam menjalankan cita-cita Bapa di surga.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:center;"><em><strong>4. Yesus berjumpa dengan Ibu-Nya</strong></em></p>
<p style="text-align:justify;"><img class="aligncenter" title="perhentian 4" src="http://www.ekaristi.org/stasi/stat4.jpg" alt="" width="213" height="290" />Disaat memikul salib suci Yesus ditinggalkan oleh murid-murid Nya yang takut akan tentara Romawi, mereka menjauh dan menghindar dari agar tidak dilibatkan dengan apa yang Yesus perbuat. Namun Maria (Ibu Yesus) mengikuti Nya diantara kerumunan orang yang ingin menyaksikan perjalanan Yesus sampai ke Golgota (bukit tengkorak) tempat para penjahat disalibkan. Setelah berhasil melewati kerumunan orang banyak akhirnya Maria dapat berjumpa langsung dihadapan Yesus. Sabda Yesus <em>&#8220;Siapapun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di surga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku!&#8221;( Mat12:50). </em>Sungguh menyakitkan terasa ketika kita menderita dan ditinggalkan orang-orang yang kita sayangi. Dengan perhentian keempat (4), kita sebagai umat Kristus diharapkan agar selalu tegar terhadap apa yang terjadi. Teguhkanlah hati untuk membantu sesama yang menderita, seperti Yesus selalu mengasihi orang kecil dan lemah.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:center;"><em><strong>5. Yesus ditolong oleh Simon dari Kirene</strong></em></p>
<p style="text-align:center;"><img class="alignnone" title="perhentian 5" src="http://www.ekaristi.org/stasi/stat5.jpg" alt="" width="229" height="290" /></p>
<p style="text-align:justify;">Melihat Yesus semakin lemah maka tentara Romawi memanggil Simon dari Kirene yang baru pulang dari ladang untuk membantu memikul salib. Ia mengikuti Yesus sambil memikul salib di bahu Nya. Dalam kehidupan sebagai umat Kristiani Yesus mengharapkan kita sebagai pengikutnya agar dapat saling membantu. Seperti sabda Nya Jadi, <em>“Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Maka kamu memenuhi                 hukum Kristus!” (Gal 6:2).</em></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:center;"><em><strong>6. Wajah Yesus diusap oleh Veronika</strong></em></p>
<p style="text-align:center;"><em><strong><img class="aligncenter" title="perhentian 6" src="http://www.ekaristi.org/stasi/stat6.jpg" alt="" width="228" height="294" /></strong></em></p>
<p style="text-align:justify;">Badan letih bercampur darah yang semakin mengering serta debu dan keringat yang bercucuran semakin menyiksa. Melihat keadaan Yesus yang semakin letih memikul salib yang berat, Veronika memberanikan diri mengusap wajah Yesus dengan kain putih bersih. Setelah mengusap wajah Yesus, Veronika mendapati kain putih bersih itu bergambar wajah Yesus. Keajaiban ini adalah suatu hadiah teristimewah Yesus kepada Veronika. Melalui perhentian keenam ini kita diingatkan agar selalu memberikan dorongan atau semangat kepada sesama dalam menjalani kehidupan, terutama bagi orang-orang yang menderita. Jadilah teman yang setia dalam suka dan duka terhadap sesama manusia.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:center;"><em><strong>7. Yesus jatuh untuk kedua kalinya</strong></em></p>
<p><img class="aligncenter" title="perhentian 7" src="http://www.ekaristi.org/stasi/stat7.jpg" alt="" width="244" height="293" /></p>
<p style="text-align:justify;">Beban salib akhirnya menjatuhkan Yesus ke tanah untuk kedua kalinya dan berat beban salib itu menimpah tubuh Yesus yang letih. Namun Yesus teguh kembali berdiri dan meneruskan perjalanan dan tetap memikul salib Nya. Dengan ini maka genaplah nubuat Alkitab,  &#8220;Dia dianiaya, Dia membiarkan diri ditindas, dan tidak membuka mulut-Nya, seperti anakdomba yang dibawa ke tempat pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, Ia tidak membuka mulut-Nya&#8221; (Yes 53:7). Melalui perhentian ketujuh hendaknya kita sebagai pengikut Kristus agar tetap selalu bersabar dengan keadaan dan jika ada yang berbuat manusia yang menghina pendirian Mu, jangan membalas kejahatan mereka dengan kejahatan yang lain. Tunjukanlah jati diri sebagai umat Kristus yang teguh, bangkitlah dan tunjukan kepada mereka kebaikan karena Yesus akan selalu menyertai langkah-langkah umat Nya.</p>
<p style="text-align:center;"><em><strong>8.<strong>Yesus menghibur perempuan-perempuan yang                 menangisi-Nya</strong></strong></em></p>
<p><img class="aligncenter" title="perhentian 8" src="http://www.ekaristi.org/stasi/stat8.jpg" alt="" width="230" height="290" /></p>
<p style="text-align:justify;">Sepanjang perjalanan Yesus memikul salib menuju Golgota (bukit tengkorak), banyak para wanita yang menganisi keadaan Nya. Mereka terus menangis dan mengikuti Yesus tanpa henti. Maka Yesus memalingkan wajah kehadapan para wanita-wanita tersebut dan berkata &#8220;Hai puteri-puteri Yerusalem, janganlah Engkau menangisi Aku, melainkan tangisilah dirimu sendiri dan anak-anakmu!&#8221; (Luk 23:28). Melalui perhentian kedelapan Yesus mengharapkan kita sebagai umat kristus agar tetap memberi teladan dan menghibur orang lain meski diri sendiri sedang menderita. Sesibuk-sibuknya Kita dalam menghadapi hidup ini hendaknya kita tetap memperhatikan orang lain terutama mereka yang ada di sekeliling kita (keluarga).</p>
<p style="text-align:center;"><em><strong> 9. Yesus jatuh untuk ketiga kalinya</strong></em></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><img class="aligncenter" title="perhentian 9" src="http://www.ekaristi.org/stasi/stat9.jpg" alt="" width="231" height="305" /></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Sisa-sisa tenaga Yesus semakin terkuras oleh panasnya hari, dengan tertatih Ia berjalan berlahan melewati jalan ke Golgota (bukit tengkorak) yang semakin menanjak. Namun Yesus sudah tidak kuat lagi, Ia jatuh untuk ketiga kalinya di tanah kering dan bebatuan keras membuat darah kembali mengalir keluar bercampur keringat dan tanah. Hasrat Yesus tidak surut atas peristiwa tersebut, Ia bangun dari jatuh Nya dan kembali berjalan. Dengan perhentian kesembilan, umat Kristiani diharapkan agar tetap berusaha hidup dengan kebaikan. Bila kita kembali jatuh kedalam dosa, hendaknya segara bertobat kembali juga dan melanjutkan cinta kasih Yesus.</p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;"><em><strong><strong>10</strong><strong>. Pakaian Yesus ditanggalkan</strong></strong></em></p>
<p style="text-align:center;"><em><strong><strong><img class="aligncenter" title="perhentian 10" src="http://www.ekaristi.org/stasi/stat10.jpg" alt="" width="226" height="278" /></strong></strong></em></p>
<p style="text-align:justify;">Ternyata orang-orang sudah ramai berkumpul di bukit Golgota (tengkorak), mereka berkumpul untuk untuk melihat kematian Yesus. Dengan lesu Yesus berdiri diantara mereka sebagai tontonan, dan datanglah para pajurit Romawi untuk menganggalkan pakaianNya. Dengan paksa mereka menarik jubah yang menutupi tubuh Yesus. Setelah melepaskan jubah Yesus para tentara Romawi berniat membagi-bagikannya, para prajurit hendak mengoyak jubah tersebut menjadi empat bagian agar tiap-tiap prajurit mendapatkan bagian. Namun mereka merasa sayang jika harus merobek-robek jubah tersebut menjadi empat bagian, maka mereka mengadakan undian diantara para tentara untuk dapat memiliki jubah tersebut secarah utuh. Dengan pristiwa ini maka genaplah Nubuat Kitab Suci, &#8220;Mereka membagi-bagikan pakaian-Ku diantara mereka dan                 mereka membuang undi atas jubah-Ku&#8221; (Yoh 19:23-24). Dengan perhentian kesepuluh, kita umat Kristiani diingatkan oleh Yesus &#8220;Ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku dalam penjara, kamu mengunjungi Aku. Sebab sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang yang paling hina ini kamu melakukannya untuk Aku&#8221; (Mat 25:36). Pertanya tersebut adalah untuk diri kita sebagai umat Kristen, &#8220;apakah kita sudah mengasihi sesama?&#8221; . Karena bila kita mengasihi sesama maka kita juga mengasihi Dia.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:center;"><em><strong>11. Yesus disalibkan</strong></em></p>
<p style="text-align:center;"><em><strong><img class="aligncenter" title="perhentian 11" src="http://www.ekaristi.org/stasi/stat11.jpg" alt="" width="217" height="287" /></strong></em></p>
<p style="text-align:justify;">Saatnya sudah tiba buat penggenapan Kitab Suci melalui Yesus. Di Golgota (bukit tengkorak) para serdadu menawarkan anggur bercampur mur untuk diminum Nya. Namun Yesus memilih menolak tawaran para tentara Romawi dan tetap dalam keadaan dahaga daripada harus meminum anggur tersebut. Akhirnya Yesus dibentangkan pada kayu salib yang telah dipikulNya sendiri. Satu demi satu paku menancap ke kedua tangan dan kaki Nya sampai melekat pada kayu salib. Yesus berserah kepada Bapa di surga dan tanpa menyahkan mereka yang telah menyalibkan diri Nya. Melalui perhentian yang kesebelas, kita diingatkan Yesus bahwa kenikmatan duniawi bukanlah kemikmatan surgawi. Jadi jalanilah hidup dengan rasa sukur, dan apapun yang terjadi hendaknya jangan menyalahkan orang lain. Melainkan tetaplah merubah kehidupan kearah yang lebih baik dengan perbuatan nyata.</p>
<p style="text-align:center;"><strong><em>12. Yesus wafat di kayu Salib</em></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><em><img class="aligncenter" title="perhentian 12" src="http://www.ekaristi.org/stasi/stat12.jpg" alt="" width="207" height="265" /></em></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Hari itu cerah menyelimuti Golgota (bukit tengkorak), rasa letih tanpak sudah tiada tertahan dari raut wajah Yesus. Ketika hari kira-kira pukul duabelas (12) siang, matahari tanpak tidak bersinar lagi di bukit Golgota dan kegelapan terasa menyelimuti daerah itu sampai pukul tiga (3).<strong><em> </em></strong>Maka Yesus menghadapkan wajahNya ke langit dan berseru dengan suara keras dan nyaring &#8221; Ya Bapa , ke dalam tangan-Mu                 Kuserahkan nyawa-Ku&#8221;. Sesudah itu Yesus menundukan kepala dan menyerahkan Nyawa Nya. Melihat peristiwa tersebut, kepala pasukan dan para prajurit yang mengawal Yesus menjadi sangat ketakutan, dan mereka berkata &#8220;Sungguh orang ini adalah anak Allah&#8221;. Melalui wafat Yesus pada perhentian ke duabelas, semakin meneguhkan iman kepercayaan kita dan menyerahkan secarah utuh kehidupan kita kedalam hadirat Allah. Hal ini menyadarkan siapa kita sebenarnya dan untuk apa kita hidup? Seperti ada tertulis pada Kitab suci &#8220;Jika                 kita telah mati bersama Kristus, kita percaya bahwa kita akan                 hidup juga bersama Dia. Maka hendaklah kita semua sadar; kita                 telah mati bagi dosa, tetapi hidup bagi Allah dalam Kristus                 Yesus&#8221; (Rom 6:8).</p>
<p style="text-align:center;"><strong><em>13. Yesus diturunkan dari Salib</em></strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><em><strong><strong><img class="aligncenter" title="perhentian 13" src="http://www.ekaristi.org/stasi/stat13.jpg" alt="" width="213" height="279" /></strong></strong></em></p>
<p style="text-align:justify;">Disekitar salib Yesus tanpaklah Maria (ibu Nya), saudara Ibu Nya (Maria istri Kleopas), dan Maria Magdalena, mereka berdiri meratapi wafat Yesus. Seketika itu juga tanpak seorang prajurit Romawi datang untuk memastikan bahwa Yesus benar-benar wafat, Ia mengacuhkan tombak kearah lambung Yesus dan segera keluar darah serta air (Yoh 19:25). Wafatnya Yesus meninggalkan kesan tersendiri pada kita umat Kristiani, begitu juga dengan Yusuf dari Arimatea sangat mengagumi kharisma dan ajaran Nya. Malam hari Yusuf memberanikan diri menghadap Pilatus untuk meminta jenazah Yesus agar dimakamkan. Pilatus yang masih merasa heran setelah mendengar keterangan kepala pasukan yang mengawal Yesus, maka Ia segera mengabulkan permohonan Yusuf. Maria (Ibu Yesus) menempatkan jenazah putera Nya di pangkuan. Melalui perhentian ke tigabelas umat Kristiani diarahkan menjadi seperti Yusuf dari Arimatea dan Maria. Kedua sosok ini mencerminkan kepedulianNya terhadap orang yang menderita disekitar mereka dan mengasihi sesama.</p>
<p style="text-align:center;"><strong> <em>14. Yesus dimakamkan</em></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em><img class="aligncenter" title="perhentian 14" src="http://www.ekaristi.org/stasi/stat14.jpg" alt="" width="226" height="276" /></em></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Sebelum Yesus dimakamkan para murid-muridNya mengkafani dengan kain lenan dan menaburi rempah-rempah, hal ini merupakan tradisi kaum Yahudi dalam prosesi penguburan. Kubur Yesus tidak jauh dari tempat Nya disalibkan, disana terdapat kuburan baru yang belum pernah dimakamkan seseorang. Ditempat inilah para murid-murid Nya membaringkan raga Yesus. Dengan perhentian keempatbelas, menyadarkan umat Kristen mengenai kematian dan maknanya. Ada tertulis pada Kitab Suci &#8220;Kita                 semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam                 kematian-Nya. Oleh pembaptisan kita telah dikuburkan bersama-sama                 Dia, supaya, sama seperti Kristus dibangkitkan dari antara orang                 mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup secara                 baru.(Rom 6:3-4)</p>
<br />Filed under: <a href='http://bungagereja.wordpress.com/category/pandangan/'>Pandangan</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/category/pengetahuan/'>Pengetahuan</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/category/sejarah/'>Sejarah</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/category/tokoh/'>Tokoh</a> Tagged: <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/abadi/'>Abadi</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/anak-allah/'>Anak Allah</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/anak-domba/'>Anak Domba</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/anak-domba-allah/'>Anak Domba Allah</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/cinta-kasih/'>Cinta Kasih</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/dosa-manusia/'>Dosa Manusia</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/fransiskus/'>Fransiskus</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/gereja/'>Gereja</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/jalan-salib/'>Jalan Salib</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/jesus/'>Jesus</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/karya-penyelamatan/'>Karya Penyelamatan</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/kasih/'>Kasih</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/katolik/'>Katolik</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/kristen/'>Kristen</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/kristus/'>Kristus</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/kudus/'>Kudus</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/paus/'>Paus</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/penebus/'>Penebus</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/penebusan/'>Penebusan</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/pengorbanan/'>Pengorbanan</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/perhentian/'>Perhentian</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/religi/'>Religi</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/salib/'>Salib</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/tradisi/'>Tradisi</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/via-dolorosa/'>Via Dolorosa</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/wafat/'>Wafat</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/yerusalem/'>Yerusalem</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/yesus/'>Yesus</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bungagereja.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bungagereja.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bungagereja.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bungagereja.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bungagereja.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bungagereja.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bungagereja.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bungagereja.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bungagereja.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bungagereja.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bungagereja.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bungagereja.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bungagereja.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bungagereja.wordpress.com/95/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bungagereja.wordpress.com&amp;blog=7405819&amp;post=95&amp;subd=bungagereja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bungagereja.wordpress.com/2010/03/04/jalan-salib-via-dolorosa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/56bee63d8658cadbf0591941f9183794?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">obert85</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:_iWLIagTDC3QOM::&#38;t=1&#38;usg=__zPLxQa1495kRe8bicnyhfnqq8as=" medium="image">
			<media:title type="html">Salib</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.ekaristi.org/stasi/stat1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Perhentian 1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.ekaristi.org/stasi/stat2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">perhentian 2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.ekaristi.org/stasi/stat3.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">perhentian 3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.ekaristi.org/stasi/stat4.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">perhentian 4</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.ekaristi.org/stasi/stat5.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">perhentian 5</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.ekaristi.org/stasi/stat6.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">perhentian 6</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.ekaristi.org/stasi/stat7.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">perhentian 7</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.ekaristi.org/stasi/stat8.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">perhentian 8</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.ekaristi.org/stasi/stat9.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">perhentian 9</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.ekaristi.org/stasi/stat10.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">perhentian 10</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.ekaristi.org/stasi/stat11.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">perhentian 11</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.ekaristi.org/stasi/stat12.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">perhentian 12</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.ekaristi.org/stasi/stat13.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">perhentian 13</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.ekaristi.org/stasi/stat14.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">perhentian 14</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengapa Umat Katolik tidak Membawa Kitab Suci ke Gereja?</title>
		<link>http://bungagereja.wordpress.com/2010/02/08/mengapa-umat-katolik-tidak-membawa-kitab-suci-ke-gereja/</link>
		<comments>http://bungagereja.wordpress.com/2010/02/08/mengapa-umat-katolik-tidak-membawa-kitab-suci-ke-gereja/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Feb 2010 16:34:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>obert85</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengetahuan]]></category>
		<category><![CDATA[Alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[Bangku]]></category>
		<category><![CDATA[Gereja]]></category>
		<category><![CDATA[Katolik]]></category>
		<category><![CDATA[Kitab suci]]></category>
		<category><![CDATA[Misa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bungagereja.wordpress.com/?p=19</guid>
		<description><![CDATA[Franciscan", by Father Pat McCloskey, O.F.M; www.americancatholic.org

“Penerjemah: www.indocell.net/yesaya”
<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bungagereja.wordpress.com&amp;blog=7405819&amp;post=19&amp;subd=bungagereja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><em>oleh: Rm. John Noone</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><img class="alignleft" title="Alkitab" src="http://firebreathingchristian.files.wordpress.com/2009/09/bible.jpg?w=219&#038;h=183" alt="" width="219" height="183" /><span style="color:#000000;">Gereja-gereja Protestan menyediakan Kitab Suci di bangku-bangku mereka serta mendorong umatnya untuk membawa Kitab Suci mereka sendiri.  Gereja-gereja Katolik menyediakan Lembaran Misa di bangku-bangku mereka yang berisi bacaan-bacaan dari Kitab Suci yang akan diwartakan pada hari itu. Setiap umat Katolik dianjurkan untuk membawa Kitab Suci pribadi mereka untuk digunakan pada waktu doa dan renungan sebelum dan sesudah Misa. Yang sering terjadi adalah umat Katolik ke gereja membawa Puji Syukur saja, tanpa Kitab Suci. Gejala ini menimbulkan kesan bahwa Gereja Katolik tidak akrab dengan Kitab Suci.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Sebagian besar orang non-Katolik tidak paham bahwa Gereja Katolik menyelenggarakan pelayanan liturgi setiap hari sepanjang tahun.  Mereka juga tidak paham bahwa Gereja Katolik mempunyai kalender liturgi yang menentukan bacaan-bacaan mana dari Kitab Suci yang harus diwartakan setiap hari sepanjang tahun. Bacaan-bacaan hari Minggu dibagi dalam tiga Lingkaran Tahun Gereja (Tahun A, Tahun B dan Tahun C). Setiap lingkaran tahunan dipusatkan pada salah satu dari ketiga Injil sinoptik (Tahun A : Matius, Tahun B : Markus atau Tahun C : Lukas). Injil Yohanes digunakan pada setiap lingkaran tahunan pada masa Paskah dan pada tahun B karena Injil Markus lebih pendek dibandingkan Injil sinoptik lainnya. Tahun Baru Gereja dimulai pada Minggu Pertama Masa Adven dan berakhir pada Hari Raya Tuhan Kita Yesus Kristus Raja Semesta Alam. Bacaan dari Perjanjian Lama dan Mazmur Tanggapan dipilih yang sesuai dengan bacaan Injil. Bacaan kedua diambil dari Surat-surat para Rasul dari Perjanjian Baru dan diwartakan mulai dari awal hingga akhir. Selama Masa Paskah, bacaan dari Kisah Para Rasul menggantikan bacaan dari Perjanjian Lama. Kalender liturgi dan lingkaran tahun gereja telah dipergunakan, dengan sedikit perubahan, baik oleh gereja-gereja Lutheran maupun Episcopal.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Misa harian mempunyai satu lingkaran pewartaan Injil. Keempat Injil digunakan dalam Misa harian sepanjang tahun. Bacaan pertama dalam Misa harian menggunakan Tahun I (untuk tahun ganjil) atau Tahun II (untuk tahun genap). Bacaan Misa harian pada Masa Adven dan Masa Paskah selalu sama setiap tahun. Kapan saja kalian dapat pergi ke sebuah Gereja Katolik di mana saja di seluruh dunia dan kalian akan mendengarkan bacaan-bacaan yang sama diwartakan pada hari yang sama. Jika seseorang ambil bagian dalam Misa harian setiap hari selama tiga tahun, maka ia akan mendengarkan kurang lebih 98% Perjanjian Baru dan lebih dari 85% Perjanjian Lama diwartakan dari ambo (= tempat pewartaan).</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Di samping itu, Perayaan Misa banyak sekali menggunakan kutipan-kutipan yang diambil dari Kitab Suci. Jika saja seseorang mempergunakan stopwatch untuk menghitung banyaknya waktu yang dipergunakan untuk mewartakan Kitab Suci selama Perayaan Ekaristi berlangsung, ia akan mendapati bahwa mulai dari Salam hingga Pengutusan, lebih dari 25% waktu yang dipergunakan untuk merayakan Misa dipergunakan untuk mewartakan Kitab Suci, bukan membicarakannya, tetapi mewartakannya. Tidak satu pun kebaktian Kristen non-Katolik yang bahkan mendekati banyaknya waktu tersebut dalam mewartakan Injil.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Beberapa contoh:</span></p>
<table style="text-align:justify;" border="0" cellspacing="1" cellpadding="0" width="694" rules="all">
<tbody>
<tr>
<td width="153" valign="top"><span style="color:#000000;"><span id="more-19"></span>2 Kor 13:13</span></td>
<td width="12" valign="top"><span style="color:#000000;">:</span></td>
<td width="526" valign="top"><span style="color:#000000;">Semoga rahmat Tuhan kita Yesus Kristus, cinta kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus beserta kita.</span></td>
</tr>
<tr>
<td width="153" valign="top"><span style="color:#000000;">Mzm 123:3, Yes 33:2</span></td>
<td width="12" valign="top"><span style="color:#000000;">:</span></td>
<td width="526" valign="top"><span style="color:#000000;">Tuhan, kasihanilah kami.</span></td>
</tr>
<tr>
<td width="153" valign="top"><span style="color:#000000;">Mat 20:30-31, Luk 17:13</span></td>
<td width="12" valign="top"><span style="color:#000000;">:</span></td>
<td width="526" valign="top"><span style="color:#000000;">Kristus, kasihanilah kami.</span></td>
</tr>
<tr>
<td width="153" valign="top"><span style="color:#000000;">Luk 2: 14</span></td>
<td width="12" valign="top"><span style="color:#000000;">:</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#000000;">Kemuliaan kepada Allah di surga,dan damai di bumi bagi orang yang berkenan kepada-Nya.</span></td>
</tr>
<tr>
<td width="153" valign="top"><span style="color:#000000;">Why 4:8</span></td>
<td width="12" valign="top"><span style="color:#000000;">:</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#000000;">Kudus, kudus, kuduslah Tuhan, Allah segala kuasa.</span></td>
</tr>
<tr>
<td width="153" valign="top"><span style="color:#000000;">Luk. 22:19</span></td>
<td width="12" valign="top"><span style="color:#000000;">:</span></td>
<td width="526" valign="top"><span style="color:#000000;">Inilah tubuh-Ku yang dikurbankan bagimu.</span></td>
</tr>
<tr>
<td width="153" valign="top"><span style="color:#000000;">Mat 26:28</span></td>
<td width="12" valign="top"><span style="color:#000000;">:</span></td>
<td width="526" valign="top"><span style="color:#000000;">Inilah piala darah-Ku, darah perjanjian baru dan kekal, yang ditumpahkan bagimu dan bagi semua orang demi pengampunan dosa.</span></td>
</tr>
<tr>
<td width="153" valign="top"><span style="color:#000000;">Mat 6:9-13</span></td>
<td width="12" valign="top"><span style="color:#000000;">:</span></td>
<td width="526" valign="top"><span style="color:#000000;">Bapa Kami yang ada di surga &#8230;.</span></td>
</tr>
<tr>
<td width="153" valign="top"><span style="color:#000000;">1Pet 5:14</span></td>
<td width="12" valign="top"><span style="color:#000000;">:</span></td>
<td width="526" valign="top"><span style="color:#000000;">Damai Tuhan kita Yesus Kristus beserta kita.</span></td>
</tr>
<tr>
<td width="153" valign="top"><span style="color:#000000;">Yoh 1:29</span></td>
<td width="12" valign="top"><span style="color:#000000;">:</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#000000;">Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia.</span></td>
</tr>
<tr>
<td width="153" valign="top"><span style="color:#000000;">Why 19:9</span></td>
<td width="12" valign="top"><span style="color:#000000;">:</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#000000;">Berbahagialah kita yang diundang ke perjamuan-Nya.</span></td>
</tr>
<tr>
<td width="153" valign="top"><span style="color:#000000;">Mat 8:8</span></td>
<td width="12" valign="top"><span style="color:#000000;">:</span></td>
<td width="526" valign="top"><span style="color:#000000;">Ya, Tuhan, saya tidak pantas Engkau datang kepada saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya akan sembuh.</span></td>
</tr>
<tr>
<td width="153" valign="top"><span style="color:#000000;">2 Kor 9:15</span></td>
<td width="12" valign="top"><span style="color:#000000;">:</span></td>
<td width="526" valign="top"><span style="color:#000000;">Syukur kepada Allah.</span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<br />Filed under: <a href='http://bungagereja.wordpress.com/category/pengetahuan/'>Pengetahuan</a> Tagged: <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/alkitab/'>Alkitab</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/bangku/'>Bangku</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/gereja/'>Gereja</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/katolik/'>Katolik</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/kitab-suci/'>Kitab suci</a>, <a href='http://bungagereja.wordpress.com/tag/misa/'>Misa</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bungagereja.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bungagereja.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bungagereja.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bungagereja.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bungagereja.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bungagereja.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bungagereja.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bungagereja.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bungagereja.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bungagereja.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bungagereja.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bungagereja.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bungagereja.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bungagereja.wordpress.com/19/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bungagereja.wordpress.com&amp;blog=7405819&amp;post=19&amp;subd=bungagereja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bungagereja.wordpress.com/2010/02/08/mengapa-umat-katolik-tidak-membawa-kitab-suci-ke-gereja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/56bee63d8658cadbf0591941f9183794?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">obert85</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://firebreathingchristian.files.wordpress.com/2009/09/bible.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Alkitab</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bunda Maria dalam Kalender Liturgi Katolik</title>
		<link>http://bungagereja.wordpress.com/2009/05/14/bunda-maria-dalam-kalender-liturgi-katolik/</link>
		<comments>http://bungagereja.wordpress.com/2009/05/14/bunda-maria-dalam-kalender-liturgi-katolik/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 May 2009 08:05:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>obert85</dc:creator>
				<category><![CDATA[Santo/Santa]]></category>
		<category><![CDATA[Tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[3. Peringatan Wajib Santa Perawan Maria Ratu Rosario]]></category>
		<category><![CDATA[Ana]]></category>
		<category><![CDATA[Apokrief]]></category>
		<category><![CDATA[Bunda]]></category>
		<category><![CDATA[Bunda Allah]]></category>
		<category><![CDATA[Bunda Jesus]]></category>
		<category><![CDATA[Bunda Kristus]]></category>
		<category><![CDATA[Bunda Kristus dan]]></category>
		<category><![CDATA[Bunda Maria]]></category>
		<category><![CDATA[Bunda Pengasih]]></category>
		<category><![CDATA[Bunda Penolong]]></category>
		<category><![CDATA[Christotokos]]></category>
		<category><![CDATA[devosi]]></category>
		<category><![CDATA[Dikandung Tanpa Noda]]></category>
		<category><![CDATA[Gereja Perdana]]></category>
		<category><![CDATA[Ibu]]></category>
		<category><![CDATA[Ineffabilis Deus]]></category>
		<category><![CDATA[Kabar Sukacita]]></category>
		<category><![CDATA[kelahiran Christ]]></category>
		<category><![CDATA[kelahiran Jesus]]></category>
		<category><![CDATA[kelahiran Yesus]]></category>
		<category><![CDATA[Konsili Efesus]]></category>
		<category><![CDATA[Konsili Nicea]]></category>
		<category><![CDATA[Lepanto]]></category>
		<category><![CDATA[liturgi Gereja]]></category>
		<category><![CDATA[Malaikat Gabriel]]></category>
		<category><![CDATA[Maria]]></category>
		<category><![CDATA[Maria dipercayakan untuk mengandung Putra Allah]]></category>
		<category><![CDATA[Maria Ratu Rosario]]></category>
		<category><![CDATA[Maria tidak terjangkit dosa asal]]></category>
		<category><![CDATA[Mawar Surgawi]]></category>
		<category><![CDATA[Mengandung]]></category>
		<category><![CDATA[Mother]]></category>
		<category><![CDATA[Natal]]></category>
		<category><![CDATA[Oktober]]></category>
		<category><![CDATA[Paus Clement XI]]></category>
		<category><![CDATA[Perawan]]></category>
		<category><![CDATA[Perayaan Natal]]></category>
		<category><![CDATA[Peringatan Wajib Santa Perawan Maria Berdukacita]]></category>
		<category><![CDATA[Peringatan Wajib Santa Perawan Maria Dipersembahkan]]></category>
		<category><![CDATA[Peringatan Wajib Santa Perawan Maria Ratu]]></category>
		<category><![CDATA[Persembahan Maria]]></category>
		<category><![CDATA[Pesta Kelahiran Santa Perawan Maria]]></category>
		<category><![CDATA[Pesta Santa Perawan Maria Mengunjungi Elizabeth]]></category>
		<category><![CDATA[Ratu]]></category>
		<category><![CDATA[Ratu Rosario]]></category>
		<category><![CDATA[Ratu Surgawi]]></category>
		<category><![CDATA[Rosario]]></category>
		<category><![CDATA[Salam]]></category>
		<category><![CDATA[Salam Maria]]></category>
		<category><![CDATA[Santa]]></category>
		<category><![CDATA[Santa Perawan Maria]]></category>
		<category><![CDATA[Santa Perawan Maria Bunda Allah]]></category>
		<category><![CDATA[Santo]]></category>
		<category><![CDATA[Santo Louis-Marie de Montfort]]></category>
		<category><![CDATA[St. Ignatius dari Antiokhia]]></category>
		<category><![CDATA[St. Ireneus]]></category>
		<category><![CDATA[St. Montfort]]></category>
		<category><![CDATA[St. Yustinus Martir]]></category>
		<category><![CDATA[Sura Al Maryam]]></category>
		<category><![CDATA[Tak bercela]]></category>
		<category><![CDATA[tarekat religius]]></category>
		<category><![CDATA[Theotokos]]></category>
		<category><![CDATA[Tujuh Kedukaan Maria]]></category>
		<category><![CDATA[Yoakim]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bungagereja.wordpress.com/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[reP. Kasmirus Jumat, SMM Penghormatan kepada Bunda Maria pada dasarnya sudah ada sejak zaman Gereja Perdana. Namun, karena suasana penganiayaan dan perlawanan yang kuat terhadap penyebaran agama Kristen pada masa itu tidak memungkinkan umat Gereja Perdana untuk memberikan penghormatan seperti yang kita adakan dewasa ini. Namun, bagaimanapun juga, penghor- matan kepada Bunda Maria sudah ada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bungagereja.wordpress.com&amp;blog=7405819&amp;post=21&amp;subd=bungagereja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#3366ff;">reP. Kasmirus Jumat, SMM</span></p>
<p style="text-align:justify;"><img class="alignleft" title="Bunda Maria" src="http://santomikael.files.wordpress.com/2008/10/bunda-maria-ratu-rosario.jpg?w=120&#038;h=241" alt="" width="120" height="241" />Penghormatan kepada Bunda Maria pada dasarnya sudah ada sejak zaman Gereja Perdana. Namun, karena suasana penganiayaan dan perlawanan yang kuat terhadap penyebaran agama Kristen pada masa itu tidak memungkinkan umat Gereja Perdana untuk memberikan penghormatan seperti yang kita adakan dewasa ini. Namun, bagaimanapun juga, penghor- matan kepada Bunda Maria sudah ada dalam liturgi, bahkan sejak sebelum Konsili Efesus (tahun 421).</p>
<p style="text-align:justify;">Kita tahu bahwa para penulis besar dari abad pertama seperti St. Ignatius dari Antiokhia, St. Yustinus Martir, St. Ireneus, dan lain-lain telah menulis dan mengakui bahwa Maria adalah Perawan dan Bunda Allah. Setelah Konsili Nicea (325 CE), tulisan-tulisan tentang Bunda Maria makin berkembang, bukan hanya di Gereja Timur melainkan juga di Gereja Barat. Hal ini tentu saja tidak terlepas dari kontroversi tentang Kristus sebagai Allah yang secara tidak langsung berhubungan dengan Maria sebagai Bunda Allah. Perkembangan akan cinta dan devosi kepada Kristus dan BundaNya memberikan Maria tempat yang istimewa dalam liturgi dan hal ini semakin nyata setelah Konsili Efesus. Namun kapan persisnya devosi kepada Maria dimasukkan dalam liturgi Gereja, tidak dapat diketahui dengan pasti.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam tulisan ini, kami hanya membatasi pada perayaan-perayaan Maria dalam Liturgi Gereja Katolik Roma serta asal usul perayaan tersebut. <span id="more-21"></span>Berbagai perayaan Maria dirayakan secara universal dan dicantumkan secara resmi dalam kalender Liturgi Gereja Katolik Roma. Perayaan-perayaan itu dibeda-bedakan sesuai tingkatnya, ada yang setingkat Hari Raya (Sollemnitas), Hari Pesta (Festum) dan Peringatan (Memoria). Hari-hari peringatan pun dibagi lagi dalam kategori peringatan wajib, fakultatif, dan peringatan khusus.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>PERAYAAN-PERAYAAN YANG SETINGKAT HARI RAYA (SOLLEMNITAS)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Perayaan-perayaan setingkat Hari Raya (Solemnitas) dirayakan seperti hari Minggu. Dalam Ibadat Harian (Officium Divinum), perayaan pada tingkat ini dimulai pada sore hari sebelum hari raya yang bersangkutan, yang dikenal dengan istilah Ibadat Sore Pertama. Dengan demikian, Perayaan Ekaristi yang diadakan sore hari ini dapat menggantikan misa pada hari berikutnya.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Dalam Kalender Liturgi Gereja Katolik, terdapat empat perayaan Maria yang setingkat Hari Raya.</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><em><strong><!--more-->1. Hari Raya Santa Perawan Maria Bunda Allah</strong></em></p>
<p style="text-align:justify;">Perayaan ini dirayakan pada tanggal 1 Januari. Pengakuan akan kebundaallahan Maria merupakan unsur sentral dalam penghormatan umat Katolik terhadap Bunda Maria. Dasar pengakuan ini terutama Kitab Suci yang menyebutkan bahwa Yesus dilahirkan dari Santa Perawan Maria. Kalau kita mengakui Yesus sebagai Allah, maka kita pun mengakui Maria sebagai Bunda Allah.</p>
<p style="text-align:justify;">Sekitar tahun 430, Nestorius memberikan ajaran bahwa Maria hanyalah Christotokos dan bukannya Theotokos. Dengan memberi gelar Christotokos, Nestorius mau mengatakan bahwa Yesus itu hanyalah Kristus, manusia yang terurapi dan bukan Allah. Dengan demikian, Maria hanyalah Bunda Kristus dan bukannya Bunda Allah. Ajaran sesat Nestorius ini terkenal dengan sebutan Nestorianisme. Aliran Nestorianisme ini ditentang keras oleh Konsili Efesus (431). Konsili menegaskan bahwa Maria itu Bunda Allah, Theotokos, karena dia melahirkan Allah.</p>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>2. Hari Raya Kabar Sukacita</strong></em></p>
<p style="text-align:justify;">Dasar biblis perayaan ini adalah kunjungan Malaikat Gabriel kepada Bunda Maria (Luk 1:26-38). Dalam kunjungan itu Malaikat Allah meminta kesediaan Maria untuk menjadi ibu bagi Putra Allah yang Mahatinggi. Peristiwa ini menjadi awal sejarah kekristenan dan atas kesediaan Maria, maka Allah menjelma menjadi manusia.</p>
<p style="text-align:justify;">Santo Louis-Marie de Montfort (1673-1716) mengatakan bahwa Hari Raya Kabar Sukacita merupakan cikal bakal kehadiran Gereja. Bertitik tolak dari ajaran yang mengatakan bahwa Gereja adalah Tubuh Kristus di mana Yesus berperan sebagai Kepalanya, St. Montfort berpandangan bahwa seorang ibu tidak mungkin hanya mengandung kepala tanpa tubuh.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan demikian, penyerahan Gereja kepada Bunda Maria, bukan dimulai pada peristiwa di kaki salib ketika murid yang dikasihi Yesus diserahkan kepada Maria dan sebaliknya (Yoh 19:25-27), melainkan pada saat Maria dipercayakan untuk mengandung Putra Allah (Luk 1:28-38). Pesta ini dirayakan Gereja Katolik pada tanggal 25 Maret, tepat sembilan bulan sebelum kelahiran Yesus (Perayaan Natal).</p>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>3. Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga</strong></em></p>
<p style="text-align:justify;">Perayaan ini jatuh pada tanggal 15 Agustus, berdasarkan dogma yang dikeluarkan oleh Paus Pius XII tanggal 15 Agustus 1950. Ini merupakan dogma yang paling banyak menimbulkan kontroversi. Keyakinan dan khotbah-khotbah tentang pengangkatan Bunda Maria ke surga sudah mulai sejak abad ke-6. Namun sebagai dogma, baru dipromulgasikan pada tanggal 15 Agustus 1950 oleh Paus Pius XII.</p>
<p style="text-align:justify;">Gereja meyakini bahwa Bunda Maria, yang secara istimewa dipersiapkan Allah menjadi tempat kediaman PutraNya, yang telah menjalani hidup dengan kesucian yang luar biasa, pada akhir hidupnya pasti mendapatkan keistimewaan dari Allah. Kalau sekedar mengatakan bahwa Maria dikandung secara istimewa, menjalani hidup secara istimewa dan mendapatkan pahala abadi secara istimewa, sebenamya tidak mengalami kesulitan. Tetapi yang menjadi kontroversi adalah pernyataan bahwa Bunda Maria diangkat ke surga dengan jiwa dan badan. Surga bukanlah locus, jadi bagaimana mungkin ada tempat untuk badan yang berbentuk materi?</p>
<p style="text-align:justify;">Ajaran yang mengatakan bahwa Bunda Maria diangkat ke surga dengan jiwa dan badan merupakan suatu ungkapan dan keyakinan iman. Manusia kehabisan kata-kata untuk bisa menjelaskan dan mengungkapkan penghormatan dan penghargaannya atas keistimewaan Maria itu.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>4. Hari Raya Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda</em></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Perayaan ini jatuh pada tanggal 8 Desember karena berdasarkan pada dogma yang dikeluarkan oleh Paus Pius IX tanggal 8 Desember 1854. Dikatakan bahwa Bunda Maria sejak dikandung ibunya, tidak ternoda oleh dosa asal. Hal ini merupakan berkat rahmat dan keistimewaan yang secara khusus diberikan Allah karena dia dipersiapkan untuk menyambut Sabda Allah yang menjelma.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam Bulan “Ineffabilis Deus” Paus Pius IX mendefenisikan dogma Maria Dikandung Tanpa Noda sebagai berikut:</p>
<p style="text-align:justify;">“Santa Perawan Maria, sejak saat pertama ia dikandung, oleh rahmat dan karunia yang istimewa dari Allah yang Mahakuasa, demi jasa-jasa Yesus Kristus, penyelamat bangsa manusia, tetap terjaga, luput dari segala noda dosa asal.”</p>
<p style="text-align:justify;">Gereja percaya bahwa Allah menyiapkan suatu wadah yang pantas, yang khusus dan tak bercela. Suatu tempat yang layak bagi kediaman PutraNya. Dan Maria-lah yang dipilih Allah untuk menjadi wadah tersebut, sehingga sejak dikandung, Maria tidak terjangkit dosa asal.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>PERAYAAN-PERAYAAN YANG SETINGKAT HARI RAYA (FESTUM)</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>1. Pesta Santa Perawan Maria Mengunjungi Elizabeth</strong></em></p>
<p style="text-align:justify;">Pesta ini dirayakan untuk mengenang kunjungan Maria kepada saudaranya Elizabeth di Ain Karim. Ain Karim adalah sebuah kota di Yehuda (di sebelah barat Yerusalem) yang berjarak kira-kira 10 km dari Yerusalem dan menurut tradisi merupakan tempat tinggal keluarga Imam Zakaria. Maria tinggal di sana selama tiga bulan (bdk. Luk 1:39-56). Pesta ini dirayakan tanggal 31 Mei.</p>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>2. Pesta Kelahiran Santa Perawan Maria</strong></em></p>
<p style="text-align:justify;">Kita tidak mempunyai informasi biblis dan historis tentang kapan dan di mana Bunda Maria dilahirkan. Penyebutan nama Yoakim dan Ana sebagai orangtuanya pun hanyalah berdasarkan tradisi dan Injil Apokrief (Apokrief adalah buku-buku yang seringkali penuh legenda dan merupakan jiplakan dari kitab-kitab asli yang termasuk Kitab Suci, biasanya dibubuhi nama seorang tokoh Perjanjian Lama atau seorang Rasul sebagai pengarangnya).</p>
<p style="text-align:justify;">Perayaan ini berawal dari tradisi Gereja Timur dan mulai berkembang di Gereja Barat sejak abad ke lima. Hari kelahiran Bunda Maria dirayakan Gereja Katolik pada tanggal 8 September.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>PERAYAAN-PERAYAAN YANG SETINGKAT PERINGATAN (MEMORIA)</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>1. Peringatan Wajib Santa Perawan Maria Ratu</strong></em></p>
<p style="text-align:justify;">Setelah diangkat ke surga dengan jiwa dan badannya, Bunda Maria dinobatkan sebagai Ratu. Peringatan ini dirayakan tujuh hari setelah Hari Raya Bunda Maria diangkat ke Surga, yaitu pada tanggal 22 Agustus. Apakah Bala Malaikat di surga memerlukan waktu tujuh hari untuk mempersiapkan upacara penobatan Maria sebagai Ratu? Ini juga merupakan ungkapan iman yang tidak bisa lagi dijelaskan secara logis dan kronologis. Gereja kehabisan kosa kata</p>
<p style="text-align:justify;">untuk mengungkapkan penghargaannya atas keistimewaan Bunda Maria.</p>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>2. Peringatan Wajib Santa Perawan Maria Berdukacita</strong></em></p>
<p style="text-align:justify;">Kehidupan Bunda Maria tidak bisa dipisahkan dari kehidupan Yesus. Setelah merayakan Pesta Salib Suci, Gereja memperingati kedukaan Maria yang antara lain karena penyaliban Putranya. Maka peringatan ini dirayakan pada tanggal 15 September. Peringatan ini mulai dirayakan tahun 1668 dan ditetapkan sebagai perayaan untuk seluruh Gereja oleh Paus Pius VII pada tahun 1814 untuk mengenang penderitaan yang dialaminya dalam masa pembuangan di Prancis.</p>
<p style="text-align:justify;">Peringatan Bunda Maria Berdukacita dikenal juga dengan nama “Tujuh Kedukaan Maria”. Ada begitu banyak kejadian dalam kehidupan Bunda Maria yang menggambarkan penderitaannya, namun Gereja menyebut tujuh yang lazim, yaitu: nubuat Simeon tentang suatu pedang yang akan menembus jiwanya, pengungsian ke Mesir, Yesus hilang di Bait Allah pada umur 12 tahun, Yesus ditangkap dan diadili, Yesus disalibkan dan wafat, Yesus diturunkan dari salib, dan Yesus dimakamkan.</p>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>3. Peringatan Wajib Santa Perawan Maria Ratu Rosario</strong></em></p>
<p style="text-align:justify;">Pada abad-abad pertama, peringatan Maria selalu dikaitkan dengan kehidupan Bunda Maria, namun sejak abad abad ke-12 Gereja menambah perayaan Maria yang berkaitan dengan kejadian-kejadian tertentu dalam kehidupan menggereja. Misalnya Peringatan “Maria Ratu Rosario” yang jatuh pada tanggal 7 Oktober. Peringatan ini dirayakan untuk mengenang kemenangan pasukan Katolik dalam perang Lepanto pada abad ke-15. Kemenangan ini diyakini karena umat berdoa memohon bantuan Bunda Maria dengan berdoa rosario. Tahun 1571 Paus Pius V menetapkan peringatan ini sebagai perayaan syukur dan pada tahun 1716 Paus Clement XI menetapkannya sebagai perayaan untuk seluruh Gereja.</p>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>4. Peringatan Wajib Santa Perawan Maria Dipersembahkan kepada Allah</strong></em></p>
<p style="text-align:justify;">Persembahan Maria ke Kenisah juga tidak mempunyai informasi biblis, selain bersumber pada tradisi dan Injil Apokrief. Dalam hal ini Gereja boleh mengakui keunggulan Kitab Suci Al Quran yang memberikan informasi yang agak memadai tentang masa kecil Maria (bdk. Q 4 atau Sura Al Imran dan Q 19 atau Sura Al Maryam), termasuk persembahannya ke Kenisah. Peringatan Santa Perawan Maria dipersembahkan kepada Allah ini berawal dari tahun 543 untuk mengenang pemberkatan Gereja Bunda Maria di Yerusalem. Tahun 1585 perayaan ini dimasukkan dalam Kalender Liturgi Gereja Barat dan sekarang dirayakan sebagai pengakuan akan Bunda Maria yang merupakan kenisah di mana Allah (Putra) berdiam. Gereja merayakan peringatan ini pada tanggal 21 November.</p>
<p style="text-align:justify;">Masih ada banyak peringatan lain yang dirayakan dalam liturgi Gereja Katolik baik yang bersifat fakultatif maupun secara khusus dirayakan oleh kelompok atau tarekat religius tertentu.</p>
<br />Posted in Santo/Santa, Tokoh Tagged: 3. Peringatan Wajib Santa Perawan Maria Ratu Rosario, Ana, Apokrief, Bunda, Bunda Allah, Bunda Jesus, Bunda Kristus, Bunda Kristus dan, Bunda Maria, Bunda Pengasih, Bunda Penolong, Christotokos, devosi, Dikandung Tanpa Noda, Gereja Perdana, Ibu, Ineffabilis Deus, Kabar Sukacita, kelahiran Christ, kelahiran Jesus, kelahiran Yesus, Konsili Efesus, Konsili Nicea, Lepanto, liturgi Gereja, Malaikat Gabriel, Maria, Maria dipercayakan untuk mengandung Putra Allah, Maria Ratu Rosario, Maria tidak terjangkit dosa asal, Mawar Surgawi, Mengandung, Mother, Natal, Oktober, Paus Clement XI, Perawan, Perayaan Natal, Peringatan Wajib Santa Perawan Maria Berdukacita, Peringatan Wajib Santa Perawan Maria Dipersembahkan, Peringatan Wajib Santa Perawan Maria Ratu, Persembahan Maria, Pesta Kelahiran Santa Perawan Maria, Pesta Santa Perawan Maria Mengunjungi Elizabeth, Ratu, Ratu Rosario, Ratu Surgawi, Rosario, Salam, Salam Maria, Santa, Santa Perawan Maria, Santa Perawan Maria Bunda Allah, Santo, Santo Louis-Marie de Montfort, St. Ignatius dari Antiokhia, St. Ireneus, St. Montfort, St. Yustinus Martir, Sura Al Maryam, Tak bercela, tarekat religius, Theotokos, Tujuh Kedukaan Maria, Yoakim <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bungagereja.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bungagereja.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bungagereja.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bungagereja.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bungagereja.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bungagereja.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bungagereja.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bungagereja.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bungagereja.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bungagereja.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bungagereja.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bungagereja.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bungagereja.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bungagereja.wordpress.com/21/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bungagereja.wordpress.com&amp;blog=7405819&amp;post=21&amp;subd=bungagereja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bungagereja.wordpress.com/2009/05/14/bunda-maria-dalam-kalender-liturgi-katolik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/56bee63d8658cadbf0591941f9183794?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">obert85</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://santomikael.files.wordpress.com/2008/10/bunda-maria-ratu-rosario.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Bunda Maria</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Riwayat Fransiskus Xaverius</title>
		<link>http://bungagereja.wordpress.com/2009/04/29/riwayat-fransiskus-xaverius/</link>
		<comments>http://bungagereja.wordpress.com/2009/04/29/riwayat-fransiskus-xaverius/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Apr 2009 22:51:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>obert85</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengetahuan]]></category>
		<category><![CDATA[Santo/Santa]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[20 kolose]]></category>
		<category><![CDATA[Alvaro Ferreira]]></category>
		<category><![CDATA[Amboina]]></category>
		<category><![CDATA[Amerika Serikat]]></category>
		<category><![CDATA[Anglikan]]></category>
		<category><![CDATA[Anjiro]]></category>
		<category><![CDATA[Antigonish]]></category>
		<category><![CDATA[Antonio]]></category>
		<category><![CDATA[basilika minor]]></category>
		<category><![CDATA[basilika minor di Amerika Serikat]]></category>
		<category><![CDATA[Basque]]></category>
		<category><![CDATA[Basque Xabier]]></category>
		<category><![CDATA[Benua]]></category>
		<category><![CDATA[Benua Asia]]></category>
		<category><![CDATA[Capitan Alvaro de Ataide de Gama]]></category>
		<category><![CDATA[CFX]]></category>
		<category><![CDATA[Cochin]]></category>
		<category><![CDATA[Comorin]]></category>
		<category><![CDATA[Dainichi]]></category>
		<category><![CDATA[Deusu]]></category>
		<category><![CDATA[Diégo Pereira]]></category>
		<category><![CDATA[dibeatifikasi]]></category>
		<category><![CDATA[dikanonisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Dom João III]]></category>
		<category><![CDATA[Francis]]></category>
		<category><![CDATA[Francisco de Jaso y Azpilcueta di Kastil Xavier]]></category>
		<category><![CDATA[Franz-Xaver]]></category>
		<category><![CDATA[Gereja Anglikan]]></category>
		<category><![CDATA[Gereja Katedral Santo Fransiskus Xaverius]]></category>
		<category><![CDATA[Gesù]]></category>
		<category><![CDATA[Goa]]></category>
		<category><![CDATA[Guangzhou]]></category>
		<category><![CDATA[India]]></category>
		<category><![CDATA[India Selatan]]></category>
		<category><![CDATA[Japan]]></category>
		<category><![CDATA[Javier]]></category>
		<category><![CDATA[Javierada]]></category>
		<category><![CDATA[Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[Kagoshima]]></category>
		<category><![CDATA[Kaisar Tiongkok]]></category>
		<category><![CDATA[kanonisasi Ignatius Loyola]]></category>
		<category><![CDATA[Karya]]></category>
		<category><![CDATA[Kastilla]]></category>
		<category><![CDATA[Katalan Xavier]]></category>
		<category><![CDATA[Kongregasi Santo Fransiskus Xaverius]]></category>
		<category><![CDATA[Ksaber]]></category>
		<category><![CDATA[Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[Makassar]]></category>
		<category><![CDATA[Malaka]]></category>
		<category><![CDATA[Martin de Sousa]]></category>
		<category><![CDATA[Misi]]></category>
		<category><![CDATA[Misionaris]]></category>
		<category><![CDATA[misionaris Yesuit]]></category>
		<category><![CDATA[Moro]]></category>
		<category><![CDATA[Navarro]]></category>
		<category><![CDATA[Nova Scotia]]></category>
		<category><![CDATA[Nuncio Apostolik]]></category>
		<category><![CDATA[Pamplona]]></category>
		<category><![CDATA[Pastur Cosme de Torrès dan Bruder Juan Fernandez]]></category>
		<category><![CDATA[Paulo de Santa Fe]]></category>
		<category><![CDATA[Pedagang]]></category>
		<category><![CDATA[Prefektur Jenderal Serikat Yesus Claudio Acquaviva]]></category>
		<category><![CDATA[rahib]]></category>
		<category><![CDATA[Raja Yohanes III]]></category>
		<category><![CDATA[Relikuarium]]></category>
		<category><![CDATA[Sangüesa]]></category>
		<category><![CDATA[Santa Cruz]]></category>
		<category><![CDATA[Santo]]></category>
		<category><![CDATA[Sophia University]]></category>
		<category><![CDATA[Sri Paus Gregorius XV]]></category>
		<category><![CDATA[Sri Paus Paulus V]]></category>
		<category><![CDATA[St. Fransiskus Xaverius University]]></category>
		<category><![CDATA[Sulawesi]]></category>
		<category><![CDATA[Taishan]]></category>
		<category><![CDATA[Tempat penyimpanan Relikui]]></category>
		<category><![CDATA[Ternate]]></category>
		<category><![CDATA[Theodore James Ryken]]></category>
		<category><![CDATA[Tiongkok]]></category>
		<category><![CDATA[Tokyo]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Paris]]></category>
		<category><![CDATA[X]]></category>
		<category><![CDATA[Xaverian Brothers]]></category>
		<category><![CDATA[Xaverian Brothers Sponsored Schools]]></category>
		<category><![CDATA[Xaverius]]></category>
		<category><![CDATA[Xavier]]></category>
		<category><![CDATA[XBSS]]></category>
		<category><![CDATA[Yesuit di Roma]]></category>
		<category><![CDATA[Yesuit-Yesuit]]></category>
		<category><![CDATA[Yesus Claudio Acquaviva]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bungagereja.wordpress.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[Awal hidup Xaverius terlahir bernama Francisco de Jaso y Azpilcueta di Kastil Xavier (dalam bahasa Spanyol modern Javier, bahasa Basque Xabier, bahasa Katalan Xavier) dekat Sangüesa dan Pamplona, di Navarro, Spanyol. Lahir sebagai putera bangsawan Basque di Navarro. Pada tahun 1512, Kastilla menginvasi Navarro. Banyak benteng yang dihancurkan, termasuk kastil keluarga, dan tanah-tanah disita. Ayah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bungagereja.wordpress.com&amp;blog=7405819&amp;post=9&amp;subd=bungagereja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong>Awal hidup</strong><br />
<img class="alignleft" title="Fransiskus Xaverius" src="http://www.smuxaverius1-plg.sch.id/Gambar/Saint_Francis_Xavier.jpg" alt="" width="125" height="173" />Xaverius terlahir bernama Francisco de Jaso y Azpilcueta di Kastil Xavier (dalam bahasa Spanyol modern Javier, bahasa Basque Xabier, bahasa Katalan Xavier) dekat Sangüesa dan Pamplona, di Navarro, Spanyol. Lahir sebagai putera bangsawan Basque di Navarro. Pada tahun 1512, Kastilla menginvasi Navarro. Banyak benteng yang dihancurkan, termasuk kastil keluarga, dan tanah-tanah disita. Ayah Fransiskus meninggal dunia pada tahun 1515.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada usia 19 tahun, Fransiskus Xaverius masuk Universitas Paris, di mana dia lulus dengan licence ès arts pada tahun 1530. Dia kemudian melanjutkan studi dalam bidang teologi di kota itu, dan berkenalan dengan Ignatius Loyola. Bersama dengan Ignatius, Pierre Favre dan empat orang lainnya, Xaverius mengikat janji di Montmartre dan membentuk Serikat Yesus pada 15 Agustus 1534, dengan mengucapkan kaul kemiskinan dan kesucian.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Karya misi</strong><br />
Fransiskus Xaverius mengabdikan sebagian besar dari masa hidupnya bagi karya misi di negeri-negeri terpencil. Karena Raja Yohanes III (Bahasa Portugis: Dom João III) dari Portugal menghendaki agar para misionaris Yesuit berkarya di Hindia-Portugis, maka ia pun diutus ke sana pada tahun 1540. Ia bertolak dari Lisboa pada tanggal 7 April 1541, bersama dua Yesuit<span id="more-9"></span> lainnya dan Martin de Sousa raja muda yang baru , dengan menumpang kapal Santiago. Dari Bulan Agustus 1541 hingga bulan Maret 1542, ia singgah di Mozambik, dan kemudian mencapai Goa, India, ibukota koloni Portugis, pada tanggal 6 Mei. Jabatan resminya di Goa adalah Nuncio Apostolik. Tiga tahun berikutnya digunakannya untuk berkarya di Goa.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada tanggal 20 September 1542, ia mengadakan perjalanan misinya yang pertama di antara kaum Parava, para penyelam mutiara di sepanjang pesisir Timur India Selatan, sebelah Utara dari tanjung Comorin. Ia kemudian berusaha mengkristenkan Raja Travancore, di pesisir Barat, dan juga mengunjungi Sailan. Tidak puas akan hasil upayanya, di kembali ke Timur pada tahun 1545, dan menyusun rencana perjalanan misi ke Makassar, di Pulau Sulawesi.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah tiba di Malaka pada bulan Oktober tahun itu dan selama tiga bulan menunggu kapal tumpangan ke Makassar yang tak kunjung tiba, akhirnya ia membatalkan tujuan semula dari pelayarannya. Ia bertolak dari Malaka pada tanggal 1 Januari 1546 dan berlabuh di Amboina, kemudian tingal di pulau itu hingga pertengahan bulan Juni. Setelah itu ia mengunjungi pulau-pulau lainnya di Maluku, termasuk Ternate dan Moro. Segera setelah hari raya Paskah tahun 1546, ia kembali ke pulau Ambon, dan kemudian menuju Malaka. Misi di Ambon ini menjadi salah satu awal sejarah Gereja Katolik di Indonesia. Selama rentang waktu tersebut, disebabkan kekecewaannya terhadap para petinggi Goa, Santo Fransiskus menulis sepucuk surat kepada Raja Dom João III meminta diberlakukannya Inkuisisi di Goa. Meskipun demikian, inkuisisi Goa baru mulai dijalankan delapan tahun setelah kematiannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada bulan Desember 1547, di Malaka, Fransiskus Xaverius berjumpa dengan seorang bangsawan Jepang dari Kagoshima bernama Anjiro. Anjiro telah mendengar kabar mengenai Fransiskus pada tahun 1545 dan berlayar dari Kagoshima ke Malaka dengan maksud bertemu dengannya. Anjiro melarikan diri dari Jepang setelah dituduh melakukan pembunuhan. Ia lalu mencurahkan isi hatinya kepada Fransiskus Xaverius, menceritakan riwayat hidupnya serta adat dan budaya tanah airnya. Anjiro adalah seorang Samurai sehingga dapat membantu Xaverius dengan keahliannya sebagai mediator dan penerjemah dalam karya misi di Jepang yang kini tampaknya semakin dapat terwujud. “Saya bertanya [kepada Anjiro] apakah orang-orang Jepang bersedia menjadi Kristen jika saya pergi bersamanya ke negeri itu, dan dia menjawab bahwa mereka tidak akan serta-merta menjadi Kristen, namun terlebih dahulu akan mengajukan banyak pertanyaan lalu melihat apa saja yang saya ketahui. Di atas segala-galanya, mereka akan mencermati apakah hidup saya sesuai dengan ajaran saya… Semua pedagang Portugis yang kembali dari Jepang meyakinkan saya bahwa dengan pergi ke sana saya dapat mempersembahkan lebih banyak pelayanan bagi Allah Tuhan kita, lebih dari pada di antara orang-orang India, karena orang Jepang adalah suatu ras yang amat mementingkan akal budi.” Karena diyakinkan sedemikian rupa, Xaverius membaptis Anjiro—dengan nama baptis Paulo de Santa Fe—dan mulai menyusun rencana suatu misi bagi negeri yang belum lama ditemukan itu. Anjiro membantu Fransiskus Xaverius menerjemahkan beberapa paragraf ajaran Kristiani ke dalam fonem Bahasa Jepang yang kemudian dihafal oleh Xaverius.</p>
<p style="text-align:justify;">Ia kembali ke India pada bulan Januari 1548. Selama 15 bulan berikutnya ia disibukkan dengan berbagai perjalanan dan urusan-urusan administrasi di India. Karena tidak senang dengan apa yang dianggapnya sebagai “sikap hidup yang tidak-Kristiani” dari orang-orang Portugis, yang menghambat usaha penyebaran agama Kristen, ia berangkat dari Selatan ke Timur Benua Asia. Ia meninggalkan Goa pada tanggal 15 April 1549, singgah di Malaka dan mengunjungi Kanton dengan ditemani Anjiro, dua pria Jepang lain, Pastur Cosme de Torrès dan Bruder Juan Fernandez. Ia juga membawa serta hadiah-hadiah bagi &#8220;Raja Jepang&#8221; karena ia beniat memperkenalkan diri sebagai Nuncio Apostolik.</p>
<p style="text-align:justify;">Xaverius mencapai Jepang pada tanggal 27 Juli 1549, namun baru pada tanggal 15 Agustus ia menginjakkan kakinya di Kagoshima, pelabuhan utama provinsi Satsuma di Pulau Kyūshū. Ia disambut dengan ramah-tamah dan dijamu oleh keluarga Anjiro hingga bulan Oktober 1550. Dari Oktober hingga Desember 1550, ia berdiam di Yamaguchi. Tak lama sebelum Natal, ia menuju Kyoto namun gagal bertemu Kaisar. Ia kembali ke Yamaguchi pada bulan Maret 1551 dan diizinkan berkhotbah oleh daimyo provinsi itu. Akan tetapi karena kurang lancar berbahasa Jepang, ia hanya membacakan dengan lantang terjemahan katekismus. Xaverius diterima dengan baik oleh para rahib Shingon karena ia menggunakan kata “Dainichi” untuk Allah Kristen. Begitu Xaverius mendalami makna religius dari kata itu, ia menggantinya dengan kata “Deusu” dari kata Latin dan Portugis “Deus”. Para rahib pun sadar, Xaverius tengah menyebarkan suatu agama tandingan.</p>
<p style="text-align:justify;">Seiring berjalannya waktu, kehadirannya di Jepang dapat dianggap membuahkan hasil yakni dibentuknya jemaat-jemaat Kristiani di Hirado, Yamaguchi dan Bungo. Xaverius berkarya lebih dari dua tahun di Jepang dan menyaksikan lahirnya Yesuit-Yesuit penerusnya. Ia kemudian memutuskan untuk kembali ke India. Dalam pelayarannya itu, suatu badai dahsyat memaksanya untuk singgah di sebuah pulau dekat Guangzhou, Tiongkok tempat ia berjumpa dengan Diégo Pereira, seorang pedagang kaya-raya, sabahat lamanya dari Cochin, yang memperlihatkan padanya sepucuk surat dari orang-orang Portugis yang dipenjarakan di Guangzhou yang minta agar seorang duta besar Portugal diutus kepada Kaisar Tiongkok guna membahas nasib mereka. Selanjutnya dalam pelayarannya itu, ia singgah di Malaka pad tanggal 27 Desember 1551, lalu sampai di Goa pada bulan Januari 1552.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada tanggal 17 April ia berlayar bersama Diégo Pereira, meninggalkan Goa dengan menumpang kapal Santa Cruz menuju Tiongkok. Ia memperkenalkan diri sebagai Nuncio Apostolik dan Pereira sebagai duta besar dari Raja Portugal. Tak lama setelah berlayar, ia baru menyadari bahwa surat penunjukannya sebagai Apostolic Nuncio telah tertinggal. Sampai di Malaka, ia digugat oleh Capitan Alvaro de Ataide de Gama yang kini memegang kendali penuh atas bandar itu. Sang capitan menolak untuk mengakui gelar Nuncio-nya, meminta Pereira mengundurkan diri dari jabatannya sebagai duta besar, mengganti para awak kapal, serta menuntut agar hadiah-hadiah bagi Kaisar Tiongkok ditinggalkan di Malaka.</p>
<p style="text-align:justify;">Di awal September 1552, Santa Cruz mencapai pulau Shangchuan di Tiongkok, 14 km jauhnya dari pesisir Selatan daratan Tiongkok, dekat Taishan, Guangdong, 200 km ke arah Barat Daya dari tempat yang kelak bernama Hong Kong. Saat itu, ia hanya ditemani seorang murid Yesuit, Alvaro Ferreira, seorang pria Tionghoa bernama Antonio dan seorang pelayan Malabar bernama Khristoforus. Sekitar pertengahan November, ia mengirim sepucuk surat yang dalam isinya ia berkata bahwa seorang pria sudah setuju untuk membawanya ke daratan Tiongkok jika dibayar dengan sejumlah besar uang. Dengan mengirim pulang Alvaro Ferreira, ia tinggal seorang diri bersama Antonio.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Wafat</strong><br />
Pada tanggal 21 November, ia pingsan seusai merayakan Misa. Ia meninggal dunia di pulau itu pada tanggal 2 Desember 1552, pada umur 46 tahun, tanpa pernah menginjakkan kakinya di daratan utama Tiongkok.</p>
<p style="text-align:justify;">Awalnya ia dimakamkan di sebuah pantai di Shangchuan. Jenazahnya yang masih utuh dipindahkan dari pulau itu pada bulan Februari 1553 dan disemayamkan sementara waktu di gedung gereja Santo Paulus di Malaka pada tanggal 22 Maret 1553. Sebuah makam terbuka dalam gereja itu saat ini menandai tempat jenazah Xaverius pernah disemayamkan. Pereira tiba dari Goa pada tanggal 15 April 1553, dan tak lama kemudian ia memindahkan jenazah Xaverius ke rumahnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada tanggal 11 Desember 1553, jenazah Xaverius kembali dibawa berlayar, diangkut dengan sebuah sampan berhias. Peti jenazah ditempatkan dalam sebuah kabin dikelilingi tirai sutera di tengah-tengah lilin-lilin bernyala dan wewangian yang dibakar, diiringi lambaian perpisahan dari seisi bandar Malaka. Ketika melewati selat antara Pulau Penang dan pantai, sampan itu sempat kandas pada gugus pasir namun tiba-tiba bertiup angin kencang yang mendorongnya kembali ke perairan dalam. Setelah singgah sebentar di Sailan, kemudian Cochin, akhirnya jenazah Xaverius tiba di Goa pada tanggal 15 Maret 1554.</p>
<p style="text-align:justify;">Keesokan harinya seluruh masyarakat mengiringi pengantaran jenazah orang kudus itu ke katedral. Peti jenazah dibuka dan setelah 16 bulan isinya masih saja segar. Selama tiga hari dan tiga malam berikutnya masyarakat diijinkan memberikan penghormatan terakhir. Ribuan pria dan wanita menciumi kaki jenazah Xaverius dan banyak mujizat dilaporkan terjadi. Jenazah yang tidak membusuk itu kini disemayamkan di Basilika Bom Jésus di Goa, dalam sebuah peti perak pada tanggal 2 Desember 1637. Peti perak itu diturunkan untuk dilihat oleh umum hanya dalam penyelenggaraan pameran umum yang berlangsung selama 6 minggu, tiap 10 tahun sekali, terakhir kali diselenggarakan pada tahun 2004. Ada silang pendapat mengenai bagaimana jenazah Xaverius tetap utuh sedemikian lama. Beberapa orang berpendapat bahwa jenazahnya telah dimumikan, sementara yang lain menganggapnya sebagai suatu Mujizat.<br />
Lengan depan (siku hingga pergelangan) sebelah kanan, yang digunakan Xaverius untuk memberkati dan membaptis orang, dipisahkan oleh Prefektur Jenderal Serikat Yesus Claudio Acquaviva pada tahun 1614 dan kini dipamerkan dalam sebuah relikuarium (Tempat penyimpanan Relikui) perak dalam gereja Il Gesù[1], gereja utama Yesuit di Roma.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Pengakuan</strong><br />
Fransiskus Xaverius diakui sebagai seorang santo oleh Gereja Anglikan dan Katolik. Ia dibeatifikasi oleh Sri Paus Paulus V pada tanggal 25 Oktober 1619, dan dikanonisasi oleh Sri Paus Gregorius XV pada tanggal 12 Maret 1622, bersamaan dengan kanonisasi Ignatius Loyola.</p>
<p style="text-align:justify;">Sophia University di Tokyo, Jepang didirikan pada tahun 1913 untuk menghormatinya .</p>
<p style="text-align:justify;">Pada tahun 1839, Theodore James Ryken mendirikan Xaverian Brothers, atau Kongregasi Santo Fransiskus Xaverius (CFX). Kini, sebanyak 20 kolose atau SMU merupakan Xaverian Brothers Sponsored Schools (XBSS).</p>
<p style="text-align:justify;">Dia adalah santo pelindung Australia, Kalimantan, Tiongkok, Hindia Timur, Goa, Jepang, dan Selandia Baru. Perayaan peringatannya ditetapkan tiap tanggal 3 Desember.</p>
<p style="text-align:justify;">Banyak gereja di seluruh dunia dinamakan menurut namanya. Salah satunya adalah Gereja Katedral Santo Fransiskus Xaverius, Keuskupan Amboina, Ambon. Basilika Santo Fransiskus Xaverius di Dyersville, Iowa adalah salah satu dari 52 basilika minor di Amerika Serikat dan satu-satunya yang berada di luar kawasan metropolitan.</p>
<p style="text-align:justify;">Ada pula sebuah universitas terkenal di Kanada yang dinamakan menurut namanya di Antigonish, Nova Scotia yakni St. Fransiskus Xaverius University.</p>
<p style="text-align:justify;">Javierada adalah ziarah tahunan dari Pamplona ke Xavier yang dimulai sejak tahun 1940-an.</p>
<p style="text-align:justify;">Xaverius adalah salah satu dari sedikit nama yang dimulai dengan huruf X. Fransiskus Xaverius umum digunakan sebagai nama diri, di Indonesia biasanya disingkat F.X. &#8220;Xavier&#8221; adalah nama laki-laki yang populer di Portugal, Brazil, Spanyol dan negara-negara berbahasa Spanyol, Perancis dan Belgia. Di Austria dan Bavaria nama ini ditulis Xaver (diucap Ksaber dan kerap mengikuti nama “Francis” yakni Franz-Xaver).</p>
<div id="_mcePaste" style="overflow:hidden;position:absolute;left:-10000px;top:0;width:1px;height:1px;">Sangüesa</div>
<br />Posted in Pengetahuan, Santo/Santa, Sejarah, Tokoh Tagged: 20 kolose, Alvaro Ferreira, Amboina, Amerika Serikat, Anglikan, Anjiro, Antigonish, Antonio, basilika minor, basilika minor di Amerika Serikat, Basque, Basque Xabier, Benua, Benua Asia, Capitan Alvaro de Ataide de Gama, CFX, Cochin, Comorin, Dainichi, Deusu, Diégo Pereira, dibeatifikasi, dikanonisasi, Dom João III, Francis, Francisco de Jaso y Azpilcueta di Kastil Xavier, Franz-Xaver, Gereja Anglikan, Gereja Katedral Santo Fransiskus Xaverius, Gesù, Goa, Guangzhou, India, India Selatan, Japan, Javier, Javierada, Jepang, Kagoshima, Kaisar Tiongkok, kanonisasi Ignatius Loyola, Karya, Kastilla, Katalan Xavier, Kongregasi Santo Fransiskus Xaverius, Ksaber, Kudus, Makassar, Malaka, Martin de Sousa, Misi, Misionaris, misionaris Yesuit, Moro, Navarro, Nova Scotia, Nuncio Apostolik, Pamplona, Pastur Cosme de Torrès dan Bruder Juan Fernandez, Paulo de Santa Fe, Pedagang, Prefektur Jenderal Serikat Yesus Claudio Acquaviva, rahib, Raja Yohanes III, Relikuarium, Sangüesa, Santa Cruz, Santo, Sophia University, Sri Paus Gregorius XV, Sri Paus Paulus V, St. Fransiskus Xaverius University, Sulawesi, Taishan, Tempat penyimpanan Relikui, Ternate, Theodore James Ryken, Tiongkok, Tokyo, Universitas Paris, X, Xaverian Brothers, Xaverian Brothers Sponsored Schools, Xaverius, Xavier, XBSS, Yesuit di Roma, Yesuit-Yesuit, Yesus Claudio Acquaviva <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bungagereja.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bungagereja.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bungagereja.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bungagereja.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bungagereja.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bungagereja.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bungagereja.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bungagereja.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bungagereja.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bungagereja.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bungagereja.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bungagereja.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bungagereja.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bungagereja.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bungagereja.wordpress.com&amp;blog=7405819&amp;post=9&amp;subd=bungagereja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bungagereja.wordpress.com/2009/04/29/riwayat-fransiskus-xaverius/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/56bee63d8658cadbf0591941f9183794?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">obert85</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.smuxaverius1-plg.sch.id/Gambar/Saint_Francis_Xavier.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Fransiskus Xaverius</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Riwayat Fransiskus Asisi</title>
		<link>http://bungagereja.wordpress.com/2009/04/29/kehidupan-fransiskus-asisi/</link>
		<comments>http://bungagereja.wordpress.com/2009/04/29/kehidupan-fransiskus-asisi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Apr 2009 22:46:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>obert85</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pandangan]]></category>
		<category><![CDATA[Pengetahuan]]></category>
		<category><![CDATA[Santo/Santa]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[Abadi]]></category>
		<category><![CDATA[Asissi]]></category>
		<category><![CDATA[Assisi]]></category>
		<category><![CDATA[Biola]]></category>
		<category><![CDATA[CATECHISM]]></category>
		<category><![CDATA[CATECHISM CATHOLIC]]></category>
		<category><![CDATA[CATECHISM OF THE CATHOLIC]]></category>
		<category><![CDATA[CATECHISM OF THE CATHOLIC CHURCH]]></category>
		<category><![CDATA[CATHOLIC CHURCH]]></category>
		<category><![CDATA[CHURCH]]></category>
		<category><![CDATA[Fransiskus]]></category>
		<category><![CDATA[Fransiskus Asisi]]></category>
		<category><![CDATA[Fransiskus pesiar]]></category>
		<category><![CDATA[Gereja]]></category>
		<category><![CDATA[Itali]]></category>
		<category><![CDATA[Italia]]></category>
		<category><![CDATA[Italy]]></category>
		<category><![CDATA[Kaya]]></category>
		<category><![CDATA[mandoline]]></category>
		<category><![CDATA[Misa]]></category>
		<category><![CDATA[Misi]]></category>
		<category><![CDATA[Misionaris]]></category>
		<category><![CDATA[Misioner]]></category>
		<category><![CDATA[Miskin]]></category>
		<category><![CDATA[Orang Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[Pelindung Binatang]]></category>
		<category><![CDATA[Penyayang]]></category>
		<category><![CDATA[Penyayang Binatang]]></category>
		<category><![CDATA[Pietro Bernardone]]></category>
		<category><![CDATA[Santa]]></category>
		<category><![CDATA[Santo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bungagereja.wordpress.com/2009/04/29/kehidupan-fransiskus-asisi/</guid>
		<description><![CDATA[Asalnya dari negeri Itali. Hidupnya di negeri itu juga. Bertabiat riang Fransiskus itu! Makin banyak keramaian, makin senanglah ia! Pikimya, Tiada yang lebih menyenangkan hati manusia daripada pesta. “Fransiskus kembali ke rumah! Mengapa engkau mengabdi pelayan? Bukankah Yang Empunya Tuhan?” Dan pesuruh Raja Besar ini semasa mudanya beruang cukup. Ayah ibunya sangat kaya! Tokonya bagus [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bungagereja.wordpress.com&amp;blog=7405819&amp;post=8&amp;subd=bungagereja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><img class="alignleft" title="Fransiskus Asissi" src="http://ratnaariani.files.wordpress.com/2008/04/fransiskus-asisi2.jpg?w=128&#038;h=179" alt="" width="128" height="179" /><span style="color:#000000;">Asalnya dari negeri Itali. Hidupnya di negeri itu juga. Bertabiat riang Fransiskus itu! Makin banyak keramaian, makin senanglah ia! Pikimya, Tiada yang lebih menyenangkan hati manusia daripada pesta.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">“Fransiskus kembali ke rumah! Mengapa engkau mengabdi pelayan? Bukankah Yang Empunya Tuhan?” Dan pesuruh Raja Besar ini semasa mudanya beruang cukup. Ayah ibunya sangat kaya! Tokonya bagus lagi besar! Penduduk kota Assisi, serta dusun-dusun sekelilingnya semuanya menjadi langganan toko itu! Oleh sebab itu, Fransiskus berpakaian yang indah-indah dan mahal-mahal. “Seperti seorang bangsawan,” kata orang bila bertemu di jalan raya. Pemuda-pemuda di kota Assisi senang melihat Fransiskus. Fransiskus tidak kikir, amat berguna diangkat teman olehnya! Siang hari Fransiskus menolong ayahnya di toko yang laku itu! Tetapi waktu petang, bila toko ditutup, Fransiskus pesiar. Teman-temannya telah menanti. Ada yang bermain mandoline, ada yang bermain biola. Dan Fransiskus harus menyanyi. Fransiskus pandai sekali beryanyi. Ia bernyanyi bermacam-macam lagu, riang gembira! <span id="more-8"></span>Sampai jauh tengah malam mereka berpesta dan Fransiskus yang membelikan makanan dan minuman yang lezat! Pada suatu hari perang pecah. Musuh akan menyerang kota Assisi. Fransiskus bersama-sama teman-temannya mempertahankan kotanya. Tetapi &#8230; tiada berhasil! Mereka tertawan, dikurung dalam bilik penjara kecil lagi gelap, setahun lamanya. Tentu kalian berpikir, sekarang Fransiskus bersusah hati. O tidak, malah sebaliknya, Fransiskus masih bersuka hati. Sepanjang hari Fransiskus benyanyi sambil mengharap waktu ia bebas pula. Teman-temannya marah dan berkata, “Heran aku, Fransiskus, kau masih suka bemyanyi!” Tetapi Fransiskus tertawa dan menjawab, “Jangan putus asa, tuankul” Sesudah bebas, Fransiskus berpesta pula seperti semula sampai perang berkobar lagi, dan Fransiskus turut berperangkan mencapai gelar “Ksatria.” Ya begitu kehendaknya. Dan begitu cita-cita ayahnya, tetapi tiada begitu Kehendak Tuhan. Pada suatu malam Fransiskus bermimpi. Ajaib benar mimpinya! Fransiskus melihat sebuah bilik, luas sekali. Pada dindingnya tampak berupa-rupa perisai. Fransiskus sedang asyik melihat perisai itu. Tiba-tiba terdengar suara, Fransiskus terjaga dan termenung. Keesokan harinya ia berangkat, pulang pula. Penduduk kota Assisi amat heran! Demikian pula teman-temannya. “Mengapa lekas sekali kembali, Fransiskus? Sudahkah mencapai gelar “Ksatria” kau? Takutkah engkau, tertawan lagi?” Fransiskus tidak menjawab sepatah kata jua pun. Apa pula gunanyal Mereka tak akan mengerti. Fransiskus sendiri juga tidak mengerti, mimpi ajaib itul Lagipula, keadaannya berubah! Suara itu tak dapat dilupakannya. Fransiskus telah jemu berpesta. Uang yang dulu dipakainya untuk pesiar, sekarang diberikannya ker kepada yang miskin. Fransiskus, yang dulu gemar mengunjungi keramaian, sekarang mencari tempat sunyi supaya sempat berdoa. Lambat laun teman-temannya pergi. “Aneh benar si Fransiskus itu!” kata mereka. Dan Fransiskus, tidak mempedulikan hal itu, karena, suatu malam terdengar lagi suara ajaib itu! Serunya, “Fransiskus, Fransiskus, jika engkau kasih padaKu, cobalah hidup miskin seperti Aku!” Keesokan harinya Fransiskus tak mau lagi mengenakan pakaiannya yang indah-indah. Ia memakai baju serupa goni dan di pinggangnya, ialah tali yang diberi simpul. Fransiskus yang dulu memakai sepatunya yang bagus, digantinya oleh sandal yang amat murah harganya. Demikian Fransiskus yang tadinya kaya raya, mengembara. Berjalan kaki ia pergi ke mana-mana, sambil mengajar tentang Yesus Kristus, yang mati pada kayu salib untuk menebus dosa kita. Teman-temannya, yang dulu mengerumuni sebagai semut, sekarang menertawakan! Kanak-kanak, yang tiada berpikir, melemparinya dengan batu. Ya, tiap-tiap hari Fransiskus dicaci maki tetap sabar. Malahan, hatinya girang karena ia boleh menderita sengsara karena Kristus, Sang Penebus. Ayahnya, Pietro Bernardone merasa dihinakan. Mula-mula Fransiskus dibujuk, kemudian dipaksa kembali ke rumah. Akhirnya, karena tidak berhasil ia amat sangat marah! Fransiskus disumpahinya. Pietro Bernardone tidak mau mengenal lagi anaknya. Fransiskus berduka cita, tetapi apa boleh buatl Sudah terang baginya, begitu Kehendak Tuhan, yang telah memanggilnya. Kalau Fransiskus lapar, ia mengemis sepotong roti dari rumah yang satu ke rumah yang lain. Uang tidak mau diterimanya. Kalau haus, Fransiskus hanya minum air jernih saja. Tidak karena malas, lebih suka mengemis daripada bekerja! Fransiskus rajin bekerja sebagai tukang batu, memperbaiki gedung-gedung gereja yang rusak, dengan tidak minta upah. Katanya, “Peluhku sudah kujual kepada Yang Mahamulia!” Petang, waktu beristirahat, Fransiskus berdoa sampai jauh tengah malam. Acap kali terdengar keluhnya, “Tuhanku, ya Kaulah kekayaanku!” Atau di atas sebuah bukit ia berlutut, di bawah kayu salib lengkap dengan patung Sang Penebus. Berulang-ulang ia menepuk dada, berbungkuk ke tanah sambil berseru, “Ah, Yang Terkasih tidak dikasihi!”<br />
Tidak lama orang insyaf, bahwa Fransiskus itu bukan hendak menarik perhatian orang. Fransiskus itu terdorong sesuatu yang luar biasa. Tuhan sendiri menyuruhnya berbuat demikian, supaya manusia sadar. Sadar akan salahnya! Sadar akan sombongnyal Sadar, dan kembali akan mengabdi Tuhan! Penduduk kota Assisi datang, mendengarkan khotbah Fransiskus. Pesuruh Raja Besar. Serempak mereka tertarik padanya. Bila Fransiskus bercerita tentang Tuhan di surga, tiada mata yang tinggal kering. Dan Fransiskus terus berceritera tentang Tuhan yang menciptakan bunga-bunga yang indah-indah. Tentang berupa-rupa burng yang berkicau sepanjang hari, untuk berterima kasih. Berterima kasih kepada Tuhan yang Mahabaik! Akhirnya Fransiskus memohon supaya orang jangan berdosa lagi. Dan para pendengar berjanji. Mereka tak dapat menolak permintaan Fransiskus, Pesuruh Raja Besar! Ada juga yang ingin meniru Fransiskus! Hidup miskin, karena Sang Penebus. Mereka, yang telah dicoba dan diterima Fransiskus, berbuat seperti Pesuruh Raja Besar. Kekayaannya diberikan kepada para miskin, lalu mengenakan seragam biarawan Fransiskus. Sejenis baju panjang lagi longgar dibuat daripada goni. Ikat pinggangnya sepotong tali yang bersimpul. Demikian terjadi biara penganut Santo Fransiskus. Sekarang masih terkenal di mana-mana. Makin lama, makin bertambah kesucian Fransiskus. Dan Tuhan akan menganugerahi kesetiaan abdinya. Fransiskus gemar sekali sembahyang pada malam hari. Acap kali waktu petang ia mendaki gunung Alverna akan berdoa. Gunung Alverna itu curam, penuh ngarai dan tebing batu. Tiada pemandangan yang menyenangkan, melainkan mengerikan. Jarang seorang manusia datang ke gunung itu. Tetapi oleh karena itu juga, Fransiskus senang berdoa di tempat yang sunyi itu. Pada suatu malam gelap gulita, sedang Fransiskus berlutut di batu keras, gunung Alverna guncang. Saat itu juga langit terbelah halilintar, yang seakan-akan turun ke puncak gunung Alverna. Fransiskus terkejut &#8230; melihat ke atas, &#8230; dan &#8230; dalam terang halilintar itu tampak olehnya seorang Manusia terpaku pada kayu salib. Tampak sayap yang amat besar bersinar menutupi Badannya. Sebelum Fransiskus dapat bertanya apa artinya, sejenis api dari dalam kayu salib itu menembus badan Santo Fransiskus. la merasa sakit, sebagai terpaku pula pada kayu salib. Beberapa menit kemudian, pemandangan ajaib itu lenyap. Tetapi sakit itu tinggal. Fransiskus telah tertembus seperti Sang Penebus. Pada kakinya, pada tangannya, pada badannya, kelihatan lubang dalam dan berdarah. Selama hidup, Fransiskus mempunyai tanda salib itu. Alangkah sakitnya! &#8230; Alangkah sucinya Santo Fransiskus, yang patut menerima tanda luka Sang Penebus! Barangkali kalian sudah pernah mendengar, bahwa Santo Fransiskus disebut “Pelindung Binatang”.</span></p>
<br />Posted in Pandangan, Pengetahuan, Santo/Santa, Sejarah, Tokoh Tagged: Abadi, Asissi, Assisi, Biola, CATECHISM, CATECHISM CATHOLIC, CATECHISM OF THE CATHOLIC, CATECHISM OF THE CATHOLIC CHURCH, CATHOLIC CHURCH, CHURCH, Fransiskus, Fransiskus Asisi, Fransiskus pesiar, Gereja, Itali, Italia, Italy, Kaya, mandoline, Misa, Misi, Misionaris, Misioner, Miskin, Orang Kudus, Pelindung Binatang, Penyayang, Penyayang Binatang, Pietro Bernardone, Santa, Santo <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bungagereja.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bungagereja.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bungagereja.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bungagereja.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bungagereja.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bungagereja.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bungagereja.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bungagereja.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bungagereja.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bungagereja.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bungagereja.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bungagereja.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bungagereja.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bungagereja.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bungagereja.wordpress.com&amp;blog=7405819&amp;post=8&amp;subd=bungagereja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bungagereja.wordpress.com/2009/04/29/kehidupan-fransiskus-asisi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/56bee63d8658cadbf0591941f9183794?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">obert85</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ratnaariani.files.wordpress.com/2008/04/fransiskus-asisi2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Fransiskus Asissi</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
